Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Viral Racaburi FC Hina Persib Bandung dan Bobotoh, Ngaku Turunkan Tim U-21 di ACL 2026, Bojan Hodak Geram, Ternyata Hoaks !

Muhamad Ahsanul Wildan • Selasa, 17 Februari 2026 | 20:11 WIB
Viral Racaburi FC hina Persib Bandung jelang ACL 2026. Benarkah turunkan tim U-21? Simak fakta sebenarnya di sini!
Viral Racaburi FC hina Persib Bandung jelang ACL 2026. Benarkah turunkan tim U-21? Simak fakta sebenarnya di sini!

RADAR TULUNGAGUNG - Isu panas jelang leg kedua babak 16 besar ACL 2026 antara Persib Bandung kontra Racaburi FC mendadak viral di media sosial.

Dalam narasi yang beredar, pelatih Racaburi FC disebut-sebut menghina Persib Bandung dan Bobotoh serta sesumbar akan menurunkan tim U-21 karena merasa sudah mengunci kemenangan 3-0 di leg pertama.

Konten tersebut langsung menyulut emosi suporter. Apalagi, dalam video yang beredar, pelatih Racaburi FC dan striker mereka digambarkan melontarkan pernyataan sombong dan meremehkan Persib Bandung jelang duel di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Namun setelah ditelusuri, narasi kontroversial yang menyebut Racaburi FC hina Persib Bandung ternyata tidak benar alias hoaks.

Narasi Provokatif Jelang Leg Kedua ACL 2026

Dalam video yang beredar, pelatih Racaburi FC diklaim menyatakan akan menurunkan skuad U-21 pada leg kedua.

Alasannya, kemenangan 3-0 di leg pertama dianggap sudah cukup untuk memastikan tiket perempat final ACL 2026.

Tak hanya itu, striker Racaburi FC yang disebut mencetak dua gol di leg pertama juga digambarkan enggan bermain karena merasa Persib Bandung tak punya kualitas untuk bangkit.

Bahkan, Bobotoh disebut dalam narasi tersebut sebagai suporter yang tak berpengaruh terhadap jalannya pertandingan.

Pernyataan itu membuat suasana jelang laga di GBLA memanas. Nama pelatih Persib, Bojan Hodak, ikut terseret karena disebut geram dan siap membalas hinaan tersebut di lapangan.

Persib Bandung Disebut Tak Terima Diremehkan

Dalam narasi video, Bojan Hodak dikisahkan menegaskan bahwa meremehkan Persib Bandung adalah kesalahan besar.

Persib disebut sebagai tim besar dengan sejarah panjang dan dukungan Bobotoh yang luar biasa.

Bek asing Persib juga digambarkan siap memberikan perlawanan maksimal di kandang sendiri. Atmosfer Stadion GBLA disebut akan menjadi tekanan berat bagi tim tamu.

Secara alur cerita, narasi tersebut dibangun dramatis. Ada unsur provokasi, penghinaan terhadap suporter, hingga janji pembalasan di laga penentuan babak 16 besar ACL 2026.

Namun, publik perlu lebih jeli.

Fakta Sebenarnya, Konten Hanya Karangan

Di akhir video, pembuat konten justru mengakui bahwa seluruh cerita mengenai Racaburi FC hina Persib Bandung tersebut hanyalah karangan.

Tujuannya disebut sebagai bentuk edukasi agar penonton lebih waspada terhadap maraknya berita palsu di YouTube.

Artinya, tidak ada pernyataan resmi dari pelatih maupun pemain Racaburi FC yang menghina Persib Bandung atau Bobotoh.

Narasi tentang penurunan tim U-21 dan klaim kemenangan mudah juga tidak pernah benar-benar terjadi.

Fenomena ini menjadi pengingat keras bagi publik sepak bola Indonesia, khususnya Bobotoh, untuk tidak mudah terpancing isu provokatif menjelang pertandingan besar seperti ACL 2026.

Waspada Hoaks Jelang Laga Besar

Pertandingan besar seperti Persib Bandung vs Racaburi FC memang rawan disusupi kabar sensasional. Konten provokatif kerap dibuat untuk mendulang view dan interaksi tinggi.

Padahal, dampaknya bisa memicu kesalahpahaman, memperkeruh suasana, bahkan berpotensi memanaskan tensi antarpendukung.

Dalam era digital saat ini, verifikasi informasi menjadi kunci. Jangan langsung percaya pada video dengan judul bombastis tanpa mengecek sumber resmi, baik dari klub, federasi, maupun konferensi pers resmi.

Persib Bandung sendiri tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi leg kedua. Dukungan Bobotoh di GBLA diyakini akan menjadi energi tambahan bagi Maung Bandung untuk berjuang maksimal.

Sementara itu, publik diimbau untuk bijak bermedia sosial. Jika menemukan konten yang berpotensi memecah belah atau memprovokasi, sebaiknya lakukan pengecekan ulang sebelum membagikannya.

Hoaks seperti isu Racaburi FC hina Persib Bandung menjadi contoh nyata bagaimana narasi fiktif bisa dengan cepat menyebar dan memancing emosi.

Edukasi literasi digital menjadi semakin penting, terutama di tengah antusiasme tinggi terhadap kompetisi sekelas ACL 2026.

Pada akhirnya, pertandingan sepak bola seharusnya menjadi ajang sportivitas, bukan ruang bagi penyebaran kabar bohong.

Fokus pada fakta, dukung tim dengan cara positif, dan biarkan hasil di lapangan yang berbicara.

 

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#bojan hodak #persib bandung #Racaburi FC #bobotoh #ACL 2026