Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sejarah Persib Bandung: Dari BIVB, Ikut Lahirkan PSSI hingga Juara Back to Back Liga 1 2025, Maung Bandung Makin Perkasa!

Izahra Nurrafidah • Jumat, 20 Februari 2026 | 17:10 WIB

Sejarah Persib Bandung: Dari BIVB, Ikut Lahirkan PSSI hingga Juara Back to Back Liga 1 2025, Maung Bandung Makin Perkasa!
Sejarah Persib Bandung: Dari BIVB, Ikut Lahirkan PSSI hingga Juara Back to Back Liga 1 2025, Maung Bandung Makin Perkasa!
TULUNGAGUNG - Sejarah Persib Bandung bukan sekadar perjalanan sebuah klub sepak bola. Ia adalah kisah panjang tentang nasionalisme, perjuangan identitas, hingga tradisi juara yang terus diwariskan lintas generasi. Dari era kolonial hingga era Liga 1 modern, Persib menjelma menjadi simbol kebanggaan Jawa Barat.

Dalam catatan sejarah Persib Bandung, awal mula klub ini tak bisa dilepaskan dari berdirinya Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada 1919. Organisasi sepak bola yang dibentuk para pemuda pribumi Bandung itu lahir di tengah dominasi klub-klub milik Belanda. Sepak bola dijadikan alat perjuangan, bukan dengan senjata, tetapi lewat lapangan hijau.

Sejarah Persib Bandung juga mencatat peran penting BIVB dalam pembentukan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 19 April 1930 di Yogyakarta. Semangat kolektif melawan penjajahan melalui olahraga mulai terorganisasi secara nasional. Dari sinilah fondasi Persib sebagai klub nasionalis mulai menguat.

Fusi 1933, Lahirnya Nama Persib

Perkembangan sepak bola di Bandung terus bergulir. Pada 14 Maret 1933, BIVB melakukan fusi dengan National Voetbal Bond (NVB). Dari penggabungan itu lahirlah Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung atau yang kemudian dikenal sebagai Persib Bandung.

Anwar Sutan Pamoentjak ditunjuk sebagai ketua umum pertama. Nama Persib bukan sekadar simbol administratif, tetapi representasi persatuan masyarakat Bandung dalam membangun identitas lewat sepak bola.

Tak butuh waktu lama, Persib menunjukkan tajinya di kompetisi Perserikatan—kompetisi antar kota yang digelar sebelum era profesional. Gelar juara pertama diraih pada 1937. Prestasi itu menjadi awal kiprah Maung Bandung sebagai kekuatan baru sepak bola nasional.

Era Perserikatan hingga Liga Indonesia

Setelah Indonesia merdeka, sejarah Persib Bandung terus diwarnai prestasi. Klub ini kembali menjuarai Perserikatan pada 1961. Memasuki dekade 1980-an, Persib bangkit dengan generasi emas yang diperkuat Robby Darwis, Ajat Sudrajat, dan Yudi Guntara.

Tahun 1986 dan 1990 menjadi momentum penting. Puncaknya terjadi pada 1994 ketika Persib menutup era Perserikatan dengan gelar juara terakhir sebelum sistem kompetisi berubah menjadi Liga Indonesia.

Musim 1994/1995 menjadi tonggak sejarah. Persib tampil sebagai juara Liga Indonesia edisi perdana—era baru sepak bola profesional nasional. Prestasi itu membawa Persib ke panggung Asia. Mereka bahkan menembus perempat final Liga Champions Asia 1995, pencapaian langka bagi klub Indonesia.

Pasang Surut dan Kebangkitan di Liga 1

Memasuki era profesional penuh, perjalanan Persib tak selalu mulus. Klub sempat mengalami inkonsistensi prestasi dan persoalan manajemen. Namun kekuatan utama mereka tak pernah hilang: dukungan Bobotoh.

Basis suporter fanatik ini menjadi energi tambahan di setiap pertandingan. Stadion selalu dipenuhi lautan biru, baik di kandang maupun tandang. Atmosfer inilah yang menjaga mentalitas Persib tetap kompetitif.

Pada 2014, Persib kembali mencatatkan sejarah dengan menjuarai Indonesia Super League (ISL). Gelar tersebut mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu klub elite nasional.

Memasuki era Liga 1 sejak 2017, Persib berbenah menjadi klub modern. Mereka merekrut pemain-pemain berlabel internasional seperti Michael Essien dan Carlton Cole. Meski tidak sepenuhnya sukses secara teknis, langkah tersebut menunjukkan ambisi Maung Bandung menembus standar global.

Juara Back to Back Liga 1 2025

Penantian panjang akhirnya terbayar pada musim 2023/2024. Persib tampil konsisten dan menundukkan Madura United di final Championship Series. Gelar Liga 1 kembali ke Bandung.

Lebih impresif lagi, musim 2024/2025 menjadi semakin bersejarah. Persib sukses mempertahankan gelar dan menjadi juara back to back Liga 1 Indonesia. Kepastian gelar datang setelah pesaing terdekat gagal meraih poin penuh, memastikan Maung Bandung tak terkejar di klasemen.

Keberhasilan itu langsung disambut euforia besar. Pemerintah Kota Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar konvoi kemenangan pada 25 Mei 2025. Ribuan Bobotoh memadati rute dari Balai Kota Bandung hingga Gedung Sate.

Sorak sorai pecah saat rival gagal menang di menit akhir injury time, memastikan Persib Bandung juara lebih cepat. Para pemain dan suporter larut dalam perayaan yang menegaskan dominasi Persib di era sepak bola modern.

Lebih dari Sekadar Klub

Sejarah Persib Bandung adalah cerita tentang konsistensi, loyalitas, dan semangat juang. Dari masa kolonial, kemerdekaan, Orde Baru, hingga era digital, Persib tetap menjadi magnet yang menyatukan jutaan warga Jawa Barat.

Dengan fondasi manajemen yang semakin profesional dan basis suporter yang solid, masa depan Persib terlihat menjanjikan. Maung Bandung bukan hanya klub sepak bola, tetapi warisan budaya dan identitas kolektif masyarakat.

Persib bukan sekadar tim. Ia adalah simbol kebanggaan, sejarah panjang perjuangan, dan bukti bahwa sepak bola bisa menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa.

Editor : Izahra Nurrafidah
#persib bandung #persib #bobotoh