Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Taktik John Herdman di Timnas Indonesia 2026 Terbongkar, Formasi 3 Bek dan Wing Play Jadi Senjata Baru Garuda

Muhammad Rusdian Nuzula • Jumat, 20 Februari 2026 | 15:00 WIB

Taktik John Herdman di Timnas Indonesia 2026 mengandalkan 3 bek, wing play, dan high press demi target Piala Dunia 2030.
Taktik John Herdman di Timnas Indonesia 2026 mengandalkan 3 bek, wing play, dan high press demi target Piala Dunia 2030.

RADAR TULUNGAGUNG – Taktik John Herdman di Timnas Indonesia 2026 mulai menjadi perbincangan hangat publik sepak bola nasional.

Penunjukan pelatih asal Inggris tersebut oleh PSSI menandai dimulainya era baru bagi skuad Garuda, dengan target besar menuju Piala Dunia 2030.

Taktik John Herdman di Timnas Indonesia 2026 dinilai menarik karena memiliki karakter yang cukup dekat dengan gaya permainan yang sebelumnya pernah diterapkan.

Herdman dikenal sebagai pelatih yang tak hanya piawai dalam strategi, tetapi juga memiliki kemampuan memotivasi pemain di ruang ganti.

Secara rekam jejak, John Herdman bukan nama sembarangan. Ia pernah mencetak sejarah bersama Timnas Kanada dengan membawa mereka lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986.

Selain itu, ia juga sukses bersama timnas wanita Kanada dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade serta menembus perempat final Piala Dunia Wanita 2015.

Baca Juga: World Supersport 2026 Kick Off, Aldi Satya Mahendra El’ Dablek Jadikan Momentum Awal Positif Musim Ini

Formasi 3 Bek Jadi Andalan

Salah satu ciri khas utama dalam taktik John Herdman di Timnas Indonesia 2026 adalah penggunaan formasi tiga bek. Skema seperti 3-4-3, 3-4-2-1, hingga 3-5-2 menjadi pilihan favoritnya dalam berbagai kesempatan.

Saat melatih klub Toronto FC, Herdman lebih sering menggunakan formasi 3-4-2-1. Sementara bersama Kanada, ia kerap mengandalkan pola 5-3-2 saat bertahan. Hal ini menunjukkan fleksibilitasnya dalam menyesuaikan taktik dengan kondisi tim.

Dengan materi pemain yang dimiliki Timnas Indonesia saat ini, penggunaan tiga bek dinilai bukan hal baru. Pola ini bahkan pernah menjadi andalan di era sebelumnya, sehingga adaptasi pemain diprediksi tidak akan terlalu sulit.

Andalkan Serangan Sayap dan Long Ball

Dalam skema permainan, Herdman dikenal sangat mengandalkan sektor sayap. Wing play menjadi kunci utama dalam membongkar pertahanan lawan. Ia sering menciptakan situasi keunggulan jumlah pemain di sisi lapangan, seperti skema 3 lawan 2 atau 2 lawan 1.

Selain itu, Herdman juga mengombinasikan build-up pendek dengan long ball. Umpan panjang kerap digunakan untuk melewati tekanan lawan dan langsung mengalihkan serangan ke sisi sayap.

Strategi ini dinilai cocok dengan karakter pemain Indonesia yang memiliki kecepatan di sektor flank. Dengan pola tersebut, serangan bisa dibangun lebih cepat dan efektif menuju area pertahanan lawan.

Baca Juga: BSU Rp600.000 Januari 2026 Cair atau Tidak? Ini Penjelasan Terbaru Pemerintah dan Prioritas Penerimanya

Pola Build-Up Fleksibel dan Dinamis

Taktik John Herdman di Timnas Indonesia 2026 juga menonjol dari sisi build-up permainan. Dalam beberapa situasi, ia menggunakan pola fleksibel yang dapat berubah dari tiga bek menjadi bentuk lain saat menyerang.

Misalnya, gelandang bisa turun membantu lini belakang sehingga membentuk struktur baru yang lebih cair. Perubahan ini memungkinkan tim untuk tetap stabil saat membangun serangan sekaligus membuka ruang di lini tengah.

Selain itu, salah satu bek juga kerap naik membantu serangan untuk menciptakan overload di sisi tertentu. Pola ini sebelumnya juga pernah terlihat dalam permainan Timnas Indonesia.

Sistem Bertahan dan High Press

Tak hanya menyerang, Herdman juga dikenal memiliki sistem pertahanan yang disiplin. Saat bertahan, timnya bisa berubah dari formasi 5-3-2 menjadi 4-4-2 tergantung situasi di lapangan.

Perubahan formasi ini biasanya dipicu oleh momen pressing. Herdman kerap menerapkan high press, di mana beberapa pemain langsung menekan lawan yang menguasai bola.

Pendekatan ini bertujuan untuk merebut bola secepat mungkin sekaligus memutus aliran serangan lawan. Selain itu, peran dua gelandang bertahan menjadi sangat vital sebagai filter utama.

Baca Juga: Viral P3K Paruh Waktu Mengundurkan Diri, Ternyata Ini Dampak Beratnya: Terancam Tak Bisa Daftar CPNS Selamanya!

Tantangan Integrasi Sistem

Meski memiliki konsep taktik yang jelas, tantangan terbesar Herdman adalah proses adaptasi pemain terhadap sistem baru. Integrasi antara strategi pelatih dan karakter pemain akan menjadi kunci keberhasilan.

Dengan target besar menuju Piala Dunia 2030, publik tentu menaruh harapan tinggi terhadap perubahan yang dibawa Herdman. Apalagi, Timnas Indonesia sebelumnya sempat mengalami kegagalan di babak kualifikasi.

Kini, taktik John Herdman di Timnas Indonesia 2026 menjadi harapan baru. Kombinasi formasi tiga bek, serangan sayap, serta pressing tinggi diharapkan mampu membawa Garuda tampil lebih kompetitif di level internasional.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#Taktik John Herdman #pssi #Timnas Indonesia 2026 #strategi sepak bola #formasi 3 bek