Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kisah Suporter PSBI 2005: Ngumpulin KTP, Bikin Lagu “Arena Bertanding”, Bukti Cinta PSBI Tak Pernah Surut

Axsha Zazhika • Jumat, 20 Februari 2026 | 19:30 WIB

Kisah Suporter PSBI 2005: Ngumpulin KTP, Bikin Lagu “Arena Bertanding”, Bukti Cinta PSBI Tak Pernah Surut
Kisah Suporter PSBI 2005: Ngumpulin KTP, Bikin Lagu “Arena Bertanding”, Bukti Cinta PSBI Tak Pernah Surut

TULUNGAGUNG - Cerita tentang loyalitas suporter PSBI Blitar kembali mencuat lewat sebuah video yang beredar di YouTube. Dalam tayangan tersebut, salah satu suporter senior mengenang masa-masa awal pergerakan suporter PSBI 2005, saat mereka rela mengumpulkan KTP hingga menciptakan lagu untuk mendukung klub kebanggaan Kabupaten Blitar itu.

Kisah suporter PSBI 2005 ini menjadi potret bagaimana dukungan terhadap Laskar Bung Karno tumbuh dari akar rumput. Di tengah kondisi klub yang naik turun prestasi, semangat suporter justru tetap terjaga. Bahkan, sejak dua dekade lalu, mereka sudah menunjukkan militansi dalam mendukung PSBI Blitar.

Cerita tentang suporter PSBI 2005 ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tradisi dan kecintaan terhadap sepak bola Blitar tidak lahir secara instan. Ada proses panjang, kerja kolektif, dan semangat kebersamaan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca Juga: Persib Bandung Terancam Sanksi Berat AFC Usai Pitch Invasion GBLA, Bojan Hodak Protes Wasit dan Fokus Selamatkan Musim

Awal Pergerakan: Ngumpulin KTP untuk PSBI

Dalam pengakuannya, suporter tersebut mengisahkan pengalaman sekitar tahun 2005. Saat itu, ia bersama rekannya, termasuk sosok bernama Mas Bambang, ikut mengumpulkan KTP dari masyarakat.

“Waktu 2005 saya sama Mas Bambang ikut ngumpulin KTP. Pertama lokalan dulu, lalu berkembang ke Panggungrejo, Serang, Binangun dan lainnya,” ujarnya.

Pengumpulan KTP itu dilakukan sebagai bentuk dukungan administratif terhadap PSBI Blitar. Meski skalanya masih kecil, gerakan tersebut menjadi simbol keseriusan suporter untuk terlibat langsung dalam perjalanan klub.

Ia bahkan berseloroh meminta maaf kepada para suporter yang mungkin KTP-nya belum kembali. “Maaf ya untuk para suporter yang KTP-nya hilang atau lupa dikembalikan,” katanya dengan nada ringan.

Namun di balik candaan itu, tersimpan cerita tentang betapa solidnya komunitas suporter PSBI 2005 dalam membangun basis dukungan dari tingkat lokal.

Lahirnya Lagu “Arena Bertanding”

Tak hanya mengumpulkan KTP, suporter PSBI 2005 juga sempat menciptakan lagu khusus untuk klub kebanggaan mereka. Lagu tersebut berjudul “Arena Bertanding”.

Baca Juga: Ganggu Fungsi Drainase, Bangunan Liar di Samping SMAN 1 Campurdarat Akhirnya Dibongkar Satpol PP Tulungagung

“Waktu itu kita dan teman-teman bisa bikin lagu untuk PSBI, judulnya Arena Bertanding,” kenangnya.

Lagu itu menjadi salah satu identitas kebanggaan suporter di era tersebut. Meski belum terkonsep secara profesional seperti chant suporter masa kini, lagu tersebut menunjukkan kreativitas dan kecintaan yang tulus terhadap PSBI Blitar.

Ia menyebut, meski skalanya masih kecil, suasana kebersamaan begitu terasa. Bahkan, di arena pertandingan, ada momen unik ketika yang dicari bukan hanya sepak bolanya, tetapi juga sosok-sosok suporter yang dikenal di masanya.

“Itu terkenal pada masanya,” ujarnya sambil tertawa.

Tradisi menciptakan lagu dan chant untuk tim menjadi bagian penting dalam kultur sepak bola. Dari situ, identitas suporter PSBI 2005 semakin kuat dan dikenal luas di kalangan pendukung lokal.

Tradisi yang Turun-Temurun

Menurutnya, hal paling membanggakan adalah adanya tradisi yang terus diwariskan. Dukungan terhadap PSBI tidak berhenti di satu generasi saja.

“Saya bangga banget, setidaknya ada tradisi yang turun menurun seiring berkembangnya zaman,” ucapnya.

Kultur suporter PSBI Blitar, kata dia, selalu menjunjung tinggi cinta damai. Dukungan diberikan penuh tanpa harus menciptakan konflik. Semangat inilah yang diharapkan tetap menjadi ciri khas suporter PSBI hingga kini.

Meski dinamika sepak bola Blitar mengalami pasang surut, terutama dalam beberapa musim terakhir, loyalitas suporter tidak pernah benar-benar padam. Dari generasi 2005 hingga sekarang, semangat mendukung tetap hidup.

Loyalitas Tanpa Syarat

Di akhir pernyataannya, ia menegaskan bahwa apa pun kondisi PSBI Blitar, dukungan akan terus diberikan.

Baca Juga: CPNS 2026 Dirombak Total! Fresh Graduate Tetap Punya Peluang, Tapi Tak Lagi Rekrutmen Massal

“Saya selalu mendukung penuh PSBI sampai tahun-tahun berikutnya,” katanya.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa identitas sebagai suporter bukan sekadar soal kemenangan atau prestasi. Lebih dari itu, ada rasa memiliki dan kebanggaan terhadap klub daerah sendiri.

Cerita suporter PSBI 2005 ini menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan hanya soal skor di papan pertandingan. Di baliknya, ada cerita perjuangan, solidaritas, kreativitas, dan cinta tanpa syarat dari para pendukungnya.

Kini, ketika PSBI Blitar menghadapi berbagai tantangan, kisah-kisah seperti ini menjadi energi moral bagi klub dan manajemen. Tradisi dukungan yang telah dirintis sejak 2005 menjadi modal sosial yang tidak ternilai.

Jika manajemen mampu mengelola potensi tersebut dengan baik, bukan tidak mungkin PSBI Blitar kembali bangkit. Karena sejatinya, klub yang besar bukan hanya dibangun dari dana dan manajemen profesional, tetapi juga dari loyalitas suporter yang tak pernah surut.

Editor : Axsha Zazhika
#suporter PSBI 2005 #sejarah suporter PSBI #sepak bola blitar #Arena Bertanding #psbi blitar