Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sejarah Sepak Bola Dunia dari Dinasti Han hingga Piala Dunia 1930, Benarkah Berasal dari Cina?

Axsha Zazhika • Jumat, 20 Februari 2026 | 19:45 WIB

Sejarah Sepak Bola Dunia dari Dinasti Han hingga Piala Dunia 1930, Benarkah Berasal dari Cina?
Sejarah Sepak Bola Dunia dari Dinasti Han hingga Piala Dunia 1930, Benarkah Berasal dari Cina?

TULUNGAGUNG - Sejarah sepak bola dunia selalu menarik untuk dibahas. Hingga kini, asal-usul olahraga paling populer di planet ini masih memunculkan perdebatan. Sejumlah dokumen menyebut sepak bola sudah ada sejak masa Romawi kuno. Namun, sebagian catatan sejarah lain mengklaim bahwa akar permainan ini berasal dari Tiongkok.

FIFA sebagai federasi sepak bola dunia secara resmi menyatakan bahwa sejarah sepak bola dunia berawal dari daratan Cina. Tepatnya pada abad ke-2 hingga ke-3 sebelum masehi, saat Dinasti Han berkuasa. Permainan tersebut dikenal dengan nama cuju.

Dalam perkembangannya, sejarah sepak bola dunia terbagi menjadi dua periode besar, yakni sepak bola kuno dan sepak bola modern. Kedua fase ini menunjukkan bagaimana permainan sederhana menendang bola berevolusi menjadi olahraga profesional dengan aturan baku dan turnamen internasional.

Baca Juga: Gustavo Franca Menggila! Bintang Arema FC Ini Berpeluang Lampaui Rekor Gol dan Assist Saat Masih di Persija Jakarta

Sepak Bola Kuno: Awal Mula dari Cina

Pada masa Dinasti Han, masyarakat Cina memainkan cuju menggunakan bola berbahan kulit yang diisi sesuatu di dalamnya. Untuk mencetak poin, pemain harus memasukkan bola ke gawang kecil berbentuk jaring. Tantangannya cukup besar karena ukuran gawang relatif sempit.

Permainan ini tidak sekadar hiburan. Cuju diciptakan untuk menjaga kebugaran fisik tentara. Selain itu, permainan ini juga menjadi bagian dari perayaan ulang tahun kaisar.

Secara etimologis, cu berarti menendang, sedangkan ju berarti bola kulit berisi. Konsep dasar inilah yang kemudian dianggap sebagai fondasi permainan sepak bola.

Baca Juga: Arema FC Berpeluang Ukir Rekor 4 Kemenangan Beruntun di BRI Super League 2025/2026, Marcos Santos Cetak Sejarah Baru?

Menyebar ke Jepang, Romawi hingga Mesir

Konsep permainan bola kaki ternyata tidak hanya berkembang di Cina. Di Jepang, terdapat permainan bernama kemari yang menggunakan bola dari kulit kijang. Permainan ini lebih menekankan kerja sama dan menjaga bola tetap di udara.

Di kawasan Eropa dan Amerika Tengah, permainan serupa juga ditemukan. Bangsa Romawi dan masyarakat di Inggris kuno memainkan bola dengan cara yang relatif keras dan tanpa aturan jelas. Bahkan di Mesir kuno, bola sudah dibuat dari bahan karet.

Namun, minimnya regulasi membuat permainan ini kerap berujung pada kekerasan.

Sempat Dilarang di Inggris

Dalam catatan sejarah sepak bola dunia, Inggris menjadi salah satu negara yang pernah melarang permainan ini. Pada masa Raja Edward, sepak bola dianggap memicu keributan dan tindakan brutal.

Larangan tersebut dicabut pada 1369 oleh Raja Edward III. Akan tetapi, pada 1570 Ratu Elizabeth I kembali memberlakukan larangan keras disertai ancaman hukuman penjara bagi siapa pun yang bermain sepak bola.

Baru pada akhir abad ke-17, tepatnya era Raja Charles II, larangan tersebut dicabut dan masyarakat kembali bebas memainkan sepak bola.

Lahirnya Sepak Bola Modern di Inggris

Tonggak sejarah sepak bola dunia memasuki babak baru ketika Inggris membentuk Football Association (FA). Dalam pertemuan 11 wakil klub di Freemasons’ Tavern, disepakati satu aturan tunggal permainan sepak bola.

Standarisasi ini menjadi cikal bakal regulasi modern. Aturan tersebut kemudian diadopsi oleh asosiasi sepak bola Wales, Skotlandia, dan Irlandia.

Perkembangan sepak bola semakin pesat hingga akhirnya berdiri Federation Internationale de Football Association (FIFA) di Paris. Tujuh negara menjadi anggota pertama, yakni Prancis, Denmark, Belgia, Belanda, Spanyol, Swedia, dan Swiss. Robert Guerin dari Prancis terpilih sebagai presiden pertama FIFA.

Dari Olimpiade ke Piala Dunia

Pada 1908, sepak bola resmi dipertandingkan dalam Olimpiade. Momentum ini memperluas pengaruh dan popularitas sepak bola secara global.

Puncaknya terjadi pada 1930 saat Uruguay menjadi tuan rumah Piala Dunia pertama. Turnamen ini menjadi tonggak penting dalam sejarah sepak bola dunia dan terus digelar setiap empat tahun sekali.

Perkembangan tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga dalam dunia penyiaran. Pada 1938, BBC menjadi stasiun televisi pertama yang menayangkan pertandingan sepak bola. Lalu pada 1966, fitur tayangan ulang (replay) mulai digunakan untuk memperjelas momen gol dalam siaran langsung.

Kini, sepak bola menjelma menjadi olahraga paling digemari di seluruh dunia. Dari permainan tentara di Dinasti Han hingga turnamen akbar seperti Piala Dunia, perjalanan panjang sejarah sepak bola dunia menunjukkan bagaimana olahraga ini tumbuh, beradaptasi, dan menyatukan berbagai bangsa.

Editor : Axsha Zazhika
#fifa #Piala Dunia 1930 #asal usul sepak bola #Dinasti Han #sejarah sepak bola dunia