TULUNGAGUNG - Julukan Setan Merah Manchester United sudah begitu melekat di telinga pecinta sepak bola dunia. Identitas ini bahkan menjadi simbol kekuatan dan mentalitas klub raksasa Liga Inggris tersebut. Namun, tak banyak yang tahu bahwa julukan Setan Merah Manchester United ternyata bukan berasal dari logo klub seperti yang selama ini banyak diyakini.
Banyak orang mengira sosok setan yang memegang trisula di lambang klub menjadi awal mula lahirnya julukan tersebut. Faktanya, julukan Setan Merah Manchester United justru lebih dulu populer sebelum gambar setan masuk ke dalam logo resmi klub.
Di balik kemunculan julukan legendaris ini, ada peran besar manajer legendaris, Sir Matt Busby. Sosok asal Skotlandia itu menjadi arsitek yang membentuk identitas baru Manchester United, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Era Keemasan Sir Matt Busby
Sir Matt Busby mulai menangani Manchester United pada 1945. Di bawah kepemimpinannya hingga 1969, MU menjelma menjadi salah satu kekuatan besar sepak bola Inggris.
Sejak pertengahan 1950-an, Manchester United tampil garang meski dihuni pemain-pemain muda berbakat. Pada musim 1956-1957, mereka sukses meraih gelar liga Inggris dan sebelumnya juga memenangkan Piala FA. Total, dalam periode awal kepelatihannya, Busby mempersembahkan tiga gelar liga dan satu Piala FA.
Karena mayoritas skuadnya masih berusia muda, tim ini dikenal dengan julukan “Busby Babes”. Julukan tersebut merujuk pada para pemain muda binaan Busby yang tampil enerjik dan penuh talenta.
Namun, semuanya berubah drastis pada 1958.
Baca Juga: Proliga Voli 2026: Hasil Lengkap, Klasemen Terkini, dan Top Skor Terbaru!
Tragedi Munich dan Perubahan Identitas
Tragedi Munich menjadi salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah Manchester United. Kecelakaan pesawat yang terjadi pada Februari 1958 itu menewaskan 23 orang, termasuk delapan pemain utama MU.
Sejak saat itu, julukan “Busby Babes” dianggap tidak lagi pantas digunakan. Luka mendalam yang ditinggalkan tragedi tersebut membuat klub harus memulai segalanya dari awal.
Sir Matt Busby yang selamat dari kecelakaan kemudian bertekad membangun ulang kejayaan Manchester United. Bersamaan dengan proses kebangkitan tersebut, ia juga mencari identitas baru yang lebih kuat dan menakutkan.
Inspirasi dari Tim Rugby Salford
Inspirasi julukan Setan Merah Manchester United ternyata datang dari luar sepak bola. Busby terinspirasi dari tim rugby Salford, yang juga bermarkas di wilayah Greater Manchester.
Pada era 1930-an, tim rugby Salford melakukan tur ke Prancis dan meraih hasil impresif dengan memenangkan seluruh pertandingan. Media Prancis saat itu menjuluki mereka “Les Diables Rouges” atau Setan Merah karena permainan mereka yang agresif dan sulit dikalahkan.
Julukan tersebut melekat pada tim rugby Salford dan dikenal luas. Busby melihat potensi besar dari nama itu. Menurutnya, kata “Devil” terdengar lebih kuat dan menakutkan dibandingkan “Babes”.
Sejak saat itu, Manchester United mulai menggunakan julukan “Red Devils” atau Setan Merah sebagai identitas baru.
Logo Setan Datang Belakangan
Menariknya, simbol setan di logo Manchester United baru diadopsi beberapa tahun setelah julukan tersebut populer. Awalnya, gambar setan muncul di program pertandingan dan merchandise klub.
Seiring waktu, ikon setan yang memegang trisula resmi dimasukkan ke dalam lambang klub. Simbol itu menjadi representasi semangat juang, keberanian, dan mentalitas pantang menyerah Manchester United.
Dengan identitas baru sebagai Setan Merah Manchester United, klub perlahan bangkit dari keterpurukan pasca tragedi Munich. Butuh waktu sekitar lima tahun bagi Busby untuk membangun kembali tim yang kompetitif.
Puncaknya, pada 1968, Manchester United berhasil menjuarai Piala Champions Eropa (kini Liga Champions). Gelar tersebut menjadi simbol kebangkitan luar biasa setelah tragedi besar yang hampir menghancurkan klub.
Lebih dari Sekadar Julukan
Kini, Setan Merah Manchester United bukan sekadar julukan. Nama itu telah menjadi brand global yang dikenal di seluruh dunia. Identitas tersebut merepresentasikan sejarah panjang, tragedi, kebangkitan, serta kejayaan klub.
Dari inspirasi tim rugby hingga menjadi simbol sepak bola modern, perjalanan julukan ini membuktikan bahwa identitas klub tidak lahir secara instan. Ada sejarah, emosi, dan perjuangan panjang di baliknya.
Manchester United mungkin telah berganti generasi pemain dan pelatih, namun julukan Setan Merah akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari jati diri klub asal Old Trafford tersebut.
Editor : Axsha Zazhika