Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sejarah Manchester United: Dari Newton Heath, Tragedi Munich, Era Sir Alex Ferguson hingga Erik ten Hag, Benarkah MU Bisa Bangkit Lagi?

Axsha Zazhika • Jumat, 20 Februari 2026 | 20:45 WIB

 

Sejarah Manchester United: Dari Newton Heath, Tragedi Munich, Era Sir Alex Ferguson hingga Erik ten Hag, Benarkah MU Bisa Bangkit Lagi?
Sejarah Manchester United: Dari Newton Heath, Tragedi Munich, Era Sir Alex Ferguson hingga Erik ten Hag, Benarkah MU Bisa Bangkit Lagi?

TULUNGAGUNG - Sejarah Manchester United selalu menjadi topik hangat di dunia sepak bola. Klub yang kini dikenal sebagai salah satu tim paling populer di planet ini ternyata berawal dari tim pekerja rel kereta api. Dari Newton Heath hingga menjadi raksasa Premier League, perjalanan Manchester United dipenuhi pasang surut, tragedi, hingga era kejayaan.

Dalam sejarah Manchester United, transformasi identitas klub menjadi kunci utama. Mereka bukan hanya membangun prestasi di lapangan, tetapi juga citra global yang membuat namanya dikenal bahkan oleh orang yang tidak mengikuti sepak bola. Popularitas Manchester United bahkan kerap disebut melampaui Real Madrid dan Barcelona dari sisi basis penggemar global.

Sejarah Manchester United juga memperlihatkan bagaimana satu figur bisa mengubah arah klub secara drastis. Dari Matt Busby hingga Sir Alex Ferguson, dan kini Erik ten Hag, perjalanan Setan Merah selalu bergantung pada kepemimpinan kuat di kursi manajer.

Baca Juga: Megawati Menggila di Proliga 2026, Coach Lodi Siapkan Taktik Khusus Redam Megatron.

Dari Newton Heath ke Manchester United

Manchester United didirikan pada 1878 dengan nama Newton Heath oleh para pekerja Lancashire and Yorkshire Railway. Saat itu mereka mengenakan warna emas dan hijau, jauh berbeda dengan merah ikonik yang kini identik dengan julukan Setan Merah.

Masalah finansial sempat membuat klub terancam bubar. Penyelamatan datang dari pengusaha John Henry Davies yang menyuntikkan dana dan mengganti nama klub menjadi Manchester United pada 1902. Warna kebesaran pun berubah menjadi merah-putih.

Suntikan dana itu berbuah manis. Pada 1906 mereka kembali ke divisi utama dan sukses menjuarai Football League First Division musim 1907-1908. Stadion megah Old Trafford kemudian dibangun dengan biaya 60.000 poundsterling dan menjadi ikon yang dijuluki Theatre of Dreams.

Baca Juga: Megawati Hangestri Terancam Gagal Comeback ke Red Sparks? Nasib Pelatih Jadi Penentu Transfer Liga Voli Korea 2026-2027

Perang Dunia, Kebangkitan, dan Tragedi Munich

Perjalanan Manchester United tak selalu mulus. Klub sempat terpuruk akibat krisis ekonomi dan Perang Dunia II. Old Trafford bahkan rusak parah akibat pengeboman.

Titik kebangkitan datang ketika Matt Busby ditunjuk sebagai manajer pada 1945. Ia membangun tim dengan mengandalkan pemain muda berbakat yang dikenal sebagai Busby Babes. Strategi regenerasi ini menjadi fondasi kuat klub.

Namun tragedi Munich Air Disaster pada 1958 mengguncang dunia sepak bola. Pesawat yang membawa skuad Manchester United jatuh di Munich, menewaskan delapan pemain dan sejumlah staf. Peristiwa ini menjadi luka mendalam dalam sejarah klub.

Baca Juga: Jadwal Proliga 2026 Putaran Kedua: Gresik Petro Kimia vs Jakarta Elektrik PLN

Meski dihantam duka, Manchester United bangkit. Pada 1968, mereka menjuarai European Cup (kini Liga Champions), menjadi klub Inggris pertama yang meraih trofi tersebut. Era itu melahirkan legenda seperti George Best dan Denis Law.

Dominasi Sir Alex Ferguson

Era paling gemilang dalam sejarah Manchester United datang bersama Sir Alex Ferguson. Ditunjuk pada 1986, Ferguson membangun dinasti yang mendominasi sepak bola Inggris selama lebih dari dua dekade.

Di bawah asuhannya, United meraih 13 gelar Premier League, lima Piala FA, dan dua Liga Champions. Puncaknya terjadi pada 1999 saat mereka meraih treble winners: Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Champions dalam satu musim.

Ferguson juga dikenal sebagai arsitek pengembangan pemain muda. Nama-nama seperti David Beckham, Ryan Giggs, Paul Scholes, hingga Wayne Rooney menjadi simbol loyalitas dan kejayaan klub.

Era Glazer dan Tantangan Modern

Pada 2005, keluarga Glazer mengakuisisi Manchester United. Kepemilikan ini menuai pro dan kontra di kalangan suporter. Di satu sisi, United berkembang menjadi brand global dengan sponsor besar dan kekuatan komersial luar biasa. Di sisi lain, fans menilai klub terlalu dikomersialisasi.

Setelah Ferguson pensiun pada 2013, performa tim menurun. Meski sempat meraih Liga Europa 2017 bersama Jose Mourinho, konsistensi sulit ditemukan. Rival seperti Manchester City dan Chelsea yang didukung investor besar semakin mendominasi Premier League.

Erik ten Hag dan Harapan Baru

Musim 2022-2023 menjadi awal era Erik ten Hag. Ia datang dalam situasi sulit, namun perlahan membawa perubahan. Kemenangan atas Liverpool, Arsenal, dan Tottenham sempat membangkitkan optimisme suporter.

United bahkan meraih trofi Carabao Cup, mengakhiri puasa gelar domestik. Meski demikian, banyak pihak menilai masih terlalu dini menyebut Manchester United benar-benar kembali ke masa kejayaan.

Sejarah Manchester United membuktikan bahwa klub ini selalu mampu bangkit dari keterpurukan. Dari tragedi hingga dominasi, dari Newton Heath hingga era modern, Setan Merah tetap menjadi simbol ambisi dan kebangkitan. Kini pertanyaannya, mampukah mereka kembali menguasai Inggris dan Eropa seperti dulu?

Editor : Axsha Zazhika
#erik ten hag #sir alex ferguson #premier league #Sejarah Manchester United #Munich Air Disaster