Radar Tulungagung - Sejarah MotoGP dimulai sejak tahun 1949 dan kini telah berusia lebih dari tujuh dekade sebagai kejuaraan dunia motorsport tertua di dunia. Dalam perjalanan panjangnya, sejarah MotoGP mencatat perkembangan teknologi, persaingan pabrikan, hingga perubahan regulasi yang membentuk balap motor modern seperti sekarang.
Bagi penggemar baru, sejarah MotoGP sering kali terasa rumit karena mencakup berbagai era, mulai dari balapan jalan raya yang berbahaya hingga kejuaraan modern dengan teknologi tinggi. Namun perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana MotoGP berkembang menjadi fenomena olahraga global.
Awal mula balap motor internasional sebenarnya sudah dimulai sejak awal abad ke-20. Pada tahun 1904 digelar balapan motor internasional pertama bernama Paris International de Moto Cycle yang diikuti lima negara.
Perselisihan akibat kecurangan dalam ajang tersebut mendorong lahirnya organisasi balap motor internasional bernama Federation Internationale des Clubs Motocyclistes (FICM).
Lahirnya Kejuaraan Dunia MotoGP
Kejuaraan balap motor mulai berkembang pesat di Eropa sejak 1920-an melalui European Grand Prix Championship. Namun kompetisi ini terhenti akibat Perang Dunia II dan baru kembali bangkit setelah masa pemulihan.
Pada tahun 1949, Grand Prix Motorcycle Racing World Championship resmi digelar sebagai kejuaraan dunia. Kompetisi awal terdiri dari lima kelas yaitu sidecar, 125cc, 250cc, 350cc, dan kelas utama 500cc.
Pada era awal kejuaraan dunia, balapan hanya berlangsung sekitar enam seri setiap musim. Meski jumlah seri sedikit, durasi balapan bisa mencapai lebih dari dua jam. Sebagian besar balapan digelar di sirkuit jalan raya yang berbahaya, termasuk Isle of Man TT yang dikenal sebagai salah satu balapan paling berisiko dalam dunia motorsport.
Inggris dan Italia menjadi dua negara yang mendominasi awal kejuaraan. Motor Inggris seperti Norton, Velocette, dan AJS bersaing ketat melawan pabrikan Italia seperti Gilera, Moto Guzzi, dan MV Agusta.
Selain pembalap tim pabrikan, banyak pembalap privateer yang ikut berlaga dengan biaya sendiri. Mereka membeli motor sendiri, melakukan perawatan sendiri, dan berpindah dari satu balapan ke balapan lain hanya karena kecintaan terhadap olahraga balap.
Masuknya Pabrikan Jepang
Dominasi Eropa mulai berubah ketika Honda ikut serta untuk pertama kalinya pada 1959. Dua tahun kemudian Honda langsung merebut gelar dunia kelas 125cc dan 250cc.
Keberhasilan Honda kemudian diikuti Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki. Pabrikan Jepang mendominasi kelas kecil hingga akhir 1960-an.
Teknologi mesin dua-tak menjadi kunci kesuksesan Jepang setelah Suzuki mengembangkan teknologi expansion chamber yang membuat motor lebih bertenaga.
Namun pada 1968, federasi balap membatasi jumlah silinder dan gir. Kebijakan ini membuat beberapa pabrikan Jepang mundur dari kejuaraan dan memberi kesempatan MV Agusta kembali mendominasi bersama pembalap legendaris Giacomo Agostini.
Era Mesin Dua-Tak dan Televisi
Pada 1970-an pabrikan Jepang kembali ke kejuaraan dan teknologi mesin dua-tak mulai menguasai kelas 500cc. Era ini menandai perubahan besar dalam sejarah MotoGP karena mesin dua-tak menjadi standar utama hingga awal 2000-an.
Isle of Man TT akhirnya dikeluarkan dari kalender pada 1976 karena dianggap terlalu berbahaya. Pada periode ini pembalap mulai memperjuangkan keselamatan dan bayaran yang lebih layak.
Memasuki 1980-an, MotoGP semakin populer setelah balapan mulai disiarkan secara luas di televisi. Sponsor besar berdatangan dan membuat kejuaraan semakin profesional.
Motor dua-tak 500cc dikenal sangat liar dan sulit dikendalikan, sehingga pembalap Amerika dan Australia mendominasi berkat gaya balap agresif mereka.
Lahirnya Era MotoGP Modern
Perubahan terbesar dalam sejarah MotoGP terjadi pada 2002 ketika kelas 500cc dua-tak digantikan mesin empat-tak 990cc. Era baru ini kemudian dikenal sebagai MotoGP.
Juara dunia 500cc terakhir adalah Valentino Rossi yang kemudian mendominasi awal era MotoGP bersama Honda dan Yamaha hingga 2006.
MotoGP terus berkembang dengan berbagai perubahan regulasi. Pada 2008 kapasitas mesin diturunkan menjadi 800cc sebelum kembali menjadi 1000cc pada 2012.
Kelas pendukung juga mengalami perubahan. Kelas 250cc digantikan Moto2 pada 2010, sementara kelas 125cc berubah menjadi Moto3 pada 2012.
Pembalap seperti Valentino Rossi, Casey Stoner, Dani Pedrosa, dan Jorge Lorenzo mendominasi periode 2007 hingga 2012 yang dikenal sebagai era Alien Quartet.
Dominasi Ducati dan Masa Depan MotoGP
Pembalap Spanyol Marc Marquez menjadi bintang baru setelah langsung menjadi juara dunia pada 2013 sebagai rookie. Ia kemudian mendominasi MotoGP bersama Honda hingga 2019.
Setelah Marquez mengalami cedera pada 2020, Ducati muncul sebagai kekuatan baru dengan teknologi aerodinamika dan elektronik yang canggih.
Pada 2025, Ducati menjadi tim paling dominan dan menandai kebangkitan pabrikan Eropa yang untuk pertama kalinya sejak 1960-an mampu mengungguli pabrikan Jepang.
MotoGP akan memasuki era baru pada 2027 dengan mesin 850cc, pembatasan aerodinamika, penggunaan bahan bakar ramah lingkungan 100 persen, serta perubahan pemasok ban.
Perubahan tersebut diperkirakan akan kembali mengubah peta persaingan dan menjadi babak baru dalam perjalanan panjang sejarah MotoGP.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh