Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Babak 16 Besar Liga Champions: Valverde Hattrick, Tottenham & Chelsea Babak Belur, Atletico Bantai Spurs

Cholifatun Nisak • Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:40 WIB

Valverde hattrick, Real Madrid unggul 3-0, Tottenham & Chelsea babak belur, babak 16 besar Liga Champions penuh kejutan dan drama.
Valverde hattrick, Real Madrid unggul 3-0, Tottenham & Chelsea babak belur, babak 16 besar Liga Champions penuh kejutan dan drama.

BLITAR KAWENTAR– Babak pertama 16 besar Liga Champions 2026 kemarin menjadi malam yang penuh kejutan dan drama. Real Madrid tampil luar biasa dengan Valverde mencetak hattrick ke gawang Manchester City, sementara tim-tim Inggris mengalami malam pahit dengan performa kiper dan lini pertahanan yang mengecewakan.

Di Italia, Atalanta menjadi satu-satunya wakil Serie A yang berlaga, namun mereka langsung dihajar Bayern Munchen. Gol-gol dari Stanisi, Gnabri, Jackson, Musiala, dan Olisi membuat Atalanta hanya mampu membalas satu gol di akhir laga. Musim ini Bayern tampak menemukan regenerasi Robben dalam diri Olisi, dengan dua gol khas ala winger Belanda tersebut.

Di Inggris, Tottenham Hotspur benar-benar menjadi sorotan negatif. Dalam duel melawan Atletico Madrid, kiper Kinski melakukan blunder beruntun, termasuk salah passing yang berujung gol Alvarez untuk membuat skor 3-0 hanya dalam 15 menit. Bahkan setelah digantikan Vikaru, Spurs tetap kesulitan dan kebobolan hingga 5-2. Fans Atletico sempat dibuat terpingkal-pingkal melihat situasi ini, sementara Tudor tampak kehabisan akal menghadapi tekanan di lapangan.

Newcastle United gagal meraih kemenangan melawan Barcelona, meski tampil cukup baik sepanjang pertandingan. Penalti Lamin Yamal di akhir laga membuat Barcelona selamat dari kekalahan. Situasi ini menegaskan bahwa tim Inggris kerap membutuhkan “voucher” atau bantuan keberuntungan untuk menutupi kelemahan mereka.

Liverpool pun tak luput dari masalah. Bertamu ke markas Galatasaray, mereka kalah 0-1 di babak pertama, meski sempat memiliki peluang untuk unggul. Konate terlihat kesulitan menghadapi pressing ketat, sementara permainan agresif Galatasaray memanfaatkan setiap celah pertahanan Liverpool.

Arsenal menghadapi Leverkusen dan sempat tertinggal melalui gol Andrich dari situasi corner. Untungnya, Madu berhasil mengeksekusi penalti di akhir laga, menyelamatkan Arsenal dari kekalahan. Meski begitu, permainan tim London Utara ini menunjukkan ketergantungan pada keberuntungan, dan masih ada pekerjaan rumah besar bagi pelatih.

Chelsea juga menderita kekalahan telak 1-3 dari PSG. Gol cepat dari Dembélé membuat tim asuhan Rosinor tertinggal, meski sempat disamakan lewat Malugusto. Kesalahan kiper Jorgenson menambah beban, sementara PSG berhasil memanfaatkan peluang untuk menutup laga dengan kemenangan. Performa ini menggarisbawahi masalah kepawaan lini belakang klub Inggris saat menghadapi tim Eropa top.

Sementara itu, Real Madrid memperlihatkan kelasnya. Tanpa Mbappe, Bellingham, dan Rodrigo, Los Blancos unggul 3-0 di babak pertama atas Manchester City. Gol pertama datang dari sentuhan Valverde yang melewati Donnaruma, diikuti gol kedua dan hattrick ketiga di babak pertama. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa tim yang diremehkan bisa menunjukkan dominasi di pentas Eropa. Guardiola dan anak-anak Manchester City dibuat pusing menghadapi permainan sederhana namun efektif dari Madrid, memanfaatkan serangan balik dan ketenangan Valverde.

Babak pertama Liga Champions 16 besar ini menunjukkan bahwa tim-tim Inggris sedang berada dalam krisis performa, sementara Real Madrid dan Atletico Madrid membuktikan dominasi mereka. Kekalahan beruntun Spurs, Chelsea, dan hasil imbang Newcastle menjadi bahan evaluasi serius menjelang leg kedua. Sedangkan Valverde dan Bayern Munchen menunjukkan bahwa kualitas individu dan koordinasi tim masih menjadi faktor penentu kemenangan di panggung Eropa.

Babak kedua tentu akan lebih seru, penuh drama, dan kemungkinan besar menghadirkan lebih banyak kejutan. Para fans harus bersiap, karena Liga Champions 2026 masih menyimpan banyak cerita lucu, blunder konyol, dan aksi heroik pemain-pemain top.

 

Editor : Cholifatun Nisak
#Valverde Tottenham #Liga Champions 2026 #chelsea #Hotspur #atletico madrid