Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bung Feri Tanggapi Tudingan ke Persija Jakarta: “Anjing Menggonggong, Persija Tetap Melaju”, Prapanca Puji Fasilitas Akademi Bali United

Cholifatun Nisak • Sabtu, 14 Maret 2026 | 12:20 WIB

Bung Feri Persija Jakarta tanggapi tudingan di media sosial. Sementara itu, bos Persija Muhammad Prapanca memuji akademi dan training center
Bung Feri Persija Jakarta tanggapi tudingan di media sosial. Sementara itu, bos Persija Muhammad Prapanca memuji akademi dan training center

 

BLITAR KAWENTARBung Feri Persija Jakarta angkat suara terkait gelombang kritik dan tudingan yang belakangan ramai beredar di media sosial. Tokoh suporter Persija itu memilih merespons dengan sikap tenang sambil mengajak Jakmania tetap fokus memberikan dukungan kepada tim.

Dalam beberapa hari terakhir, Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah muncul berbagai komentar pedas di media sosial. Salah satu isu yang ramai diperbincangkan adalah tudingan “anak papah” yang memicu perdebatan di kalangan pecinta sepak bola nasional.

Namun, Tauhid Indra Syarif atau yang akrab disapa Bung Feri memilih tidak memperpanjang polemik tersebut. Ia menilai energi suporter lebih baik diarahkan untuk mendukung tim di lapangan dibanding terlibat dalam perdebatan yang tidak berujung.

“Dengan segala tudingan dan fitnah, kita tidak perlu sibuk membantah. Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu,” ujar Bung Feri.

Menurutnya, semakin besar sebuah klub maka semakin besar pula sorotan yang datang. Kritik dan komentar negatif dianggap sebagai hal yang tidak terpisahkan dari perjalanan klub besar seperti Persija Jakarta.

Karena itu, Bung Feri meminta para Jakmania tidak terpancing emosi oleh berbagai provokasi yang muncul di media sosial.

Bung Feri Ajak Jakmania Tetap Solid

Bung Feri menegaskan kekuatan utama Persija sejak dulu tidak hanya berasal dari para pemain di lapangan. Dukungan luar biasa dari suporter di tribun stadion juga menjadi faktor penting dalam perjalanan Macan Kemayoran.

Ia menilai atmosfer stadion yang dipenuhi nyanyian dan dukungan suporter sering kali memberikan energi tambahan bagi para pemain yang sedang bertanding.

Menurutnya, peran suporter sebagai pemain ke-12 bukan sekadar istilah simbolis. Dukungan dari tribun merupakan bagian penting dari identitas klub ibu kota tersebut.

“Lebih baik tunjukkan bahwa nomor punggung 12 tidak pernah hilang dari Persija. Pemain ke-12 itu tetap ada di tribun,” lanjutnya.

Pesan tersebut langsung mendapat respons luas dari komunitas Jakmania di media sosial. Banyak suporter menilai pernyataan Bung Feri sebagai pengingat agar para pendukung Persija tetap menjaga solidaritas.

Alih-alih terlibat dalam perdebatan panjang di dunia maya, Bung Feri mengajak suporter menunjukkan dukungan nyata melalui kehadiran di stadion dan dukungan positif kepada tim.

Baginya, selama semangat tersebut tetap hidup di tribun, Persija akan selalu memiliki kekuatan tambahan yang tidak dimiliki banyak klub lain.

Bos Persija Puji Akademi Bali United

Sementara itu, di sisi lain, manajemen Persija Jakarta juga menyoroti perkembangan infrastruktur sepak bola di Indonesia. Direktur Persija, Muhammad Prapanca, secara terbuka memuji fasilitas akademi milik Bali United.

Menurut Prapanca, klub asal Bali tersebut saat ini memiliki salah satu pusat pembinaan pemain muda terbaik di Indonesia.

Pujian tersebut merujuk pada Bali United Training Center yang berada di kawasan Pantai Purnama, Gianyar, Bali. Kompleks latihan modern tersebut dibangun di atas lahan luas sekitar 30 hektare.

Fasilitas tersebut dirancang sebagai pusat pembinaan pemain muda sekaligus pusat latihan profesional bagi tim utama Bali United.

Di dalam kompleks tersebut terdapat sekitar delapan hingga sembilan lapangan latihan bertaraf internasional yang digunakan untuk berbagai program latihan.

Sejak mulai beroperasi penuh pada 2024, Bali United Training Center tidak hanya digunakan oleh klub tersebut. Fasilitas tersebut juga beberapa kali dimanfaatkan untuk kegiatan sepak bola berskala nasional maupun internasional.

“Contohnya Bali United. Hari ini mereka punya salah satu infrastruktur akademi terbaik dengan lahan puluhan hektare untuk menyiapkan pembibitan pemain,” kata Prapanca.

Persija Tak Mau Tertinggal

Melihat perkembangan tersebut, Prapanca menilai Persija Jakarta tidak boleh tertinggal dalam pembangunan sistem pembinaan pemain muda.

Menurutnya, sepak bola modern menuntut klub memiliki akademi yang kuat serta sistem pembinaan jangka panjang yang terstruktur.

Jika tidak bergerak serius, ia menilai klub-klub lain bisa tertinggal dalam persaingan membangun generasi pemain masa depan.

“Persija tidak boleh diam. Klub-klub lain juga tidak bisa diam kalau tidak ingin tertinggal,” ujarnya.

Prapanca menambahkan kekuatan Bali United dalam membangun akademi tidak hanya terlihat dari fasilitas fisik semata. Klub tersebut juga dinilai memiliki perencanaan matang, sistem pembinaan yang jelas, serta dukungan finansial yang kuat.

Karena itu, manajemen Persija kini mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan akademi klub.

Proses perekrutan pemain muda, menurut Prapanca, harus dilakukan secara serius dan profesional agar Persija mampu bersaing dalam jangka panjang di sepak bola Indonesia.

Editor : Cholifatun Nisak
#persija jakarta #Bali United Training Center #Jakmania #Bung Feri Persija #Muhammad Prapanca