BLITAR KAWENTAR– Persija vs Borneo FC dalam lanjutan Super League musim 2025–2026 berakhir tanpa pemenang. Laga sengit yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) pada 3 Maret 2026 itu ditutup dengan skor 2-2.
Hasil imbang tersebut membuat Persija Jakarta gagal memaksimalkan laga kandang untuk meraih tiga poin penuh. Meski begitu, striker Persija asal Brasil, Maxwell Souza, tetap bangga dengan karakter timnya yang tidak menyerah hingga pertandingan berakhir.
Dalam pertandingan tersebut, kedua tim tampil agresif sejak menit awal. Persija dan Borneo FC Samarinda saling menekan serta menciptakan sejumlah peluang berbahaya di area pertahanan lawan.
Atmosfer pertandingan di JIS semakin memanas setelah gol demi gol tercipta sepanjang laga. Dukungan ribuan Jakmania yang memadati tribune stadion juga menambah intensitas duel antara kedua tim.
Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 2-2. Kedua tim akhirnya harus puas berbagi angka dalam pertandingan yang berlangsung ketat tersebut.
Maxwell Souza Bangga dengan Mentalitas Persija
Penyerang Persija, Maxwell Souza, mengungkapkan perasaannya setelah laga berakhir. Meski hasil akhir belum sesuai harapan, ia menilai tim telah menunjukkan semangat juang yang luar biasa.
“Kami hampir menang, tetapi saya bangga dengan perjuangan dan tekad kami hingga akhir,” ujar Maxwell kepada awak media.
Pemain asal Brasil itu juga menilai secara permainan Persija menunjukkan performa kolektif yang cukup baik sepanjang pertandingan. Ia melihat kerja sama antar pemain berjalan solid meskipun hasil akhir tidak memihak timnya.
Menurut Maxwell, kemenangan sebenarnya sudah sangat dekat sebelum akhirnya peluang tersebut sirna menjelang akhir pertandingan. Meski demikian, ia tetap mengambil sisi positif dari performa tim.
Ia menegaskan bahwa karakter Macan Kemayoran tetap terlihat kuat di lapangan. Para pemain tidak berhenti menekan hingga menit terakhir demi mencoba mengamankan kemenangan di kandang sendiri.
Maxwell juga mengakui masih ada beberapa aspek teknis yang perlu diperbaiki oleh tim pelatih. Evaluasi tersebut dianggap penting agar Persija bisa tampil lebih efektif dalam pertandingan selanjutnya.
“Kami masih harus memperbaiki beberapa hal, tetapi tim sudah menunjukkan karakter yang kuat,” tambahnya.
Dukungan Jakmania Jadi Energi Tambahan
Dalam kesempatan yang sama, Maxwell juga menyoroti dukungan luar biasa dari Jakmania yang hadir di stadion. Menurutnya, atmosfer yang diciptakan para suporter memberikan tambahan motivasi bagi para pemain di lapangan.
Sepanjang pertandingan, ribuan suporter Persija terus memberikan dukungan tanpa henti. Sorakan dan nyanyian dari tribune stadion membuat suasana pertandingan semakin hidup.
“Saya berterima kasih kepada para penggemar atas dukungan mereka yang tidak pernah berhenti. Kami akan terus berjuang hingga akhir musim,” jelas Maxwell.
Persija Jakarta sendiri masih menargetkan posisi papan atas klasemen pada sisa pertandingan musim ini. Karena itu, setiap laga ke depan akan sangat menentukan bagi Macan Kemayoran dalam menjaga peluang bersaing di jalur juara.
Dengan semangat juang yang tetap terjaga serta dukungan penuh dari Jakmania, Persija diyakini masih memiliki kesempatan untuk terus bersaing hingga akhir kompetisi.
Persija Terancam Musafir Saat Hadapi Dewa United
Di tengah persaingan ketat di Super League, Persija juga menghadapi persoalan lain menjelang pertandingan penting melawan Dewa United pada 15 Maret 2026.
Macan Kemayoran bahkan berpotensi kembali menjadi “musafir” jika stadion kandang mereka tidak bisa digunakan secara optimal.
Belakangan Persija memang telah kembali menggunakan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai markas utama setelah sempat berpindah stadion pada beberapa pertandingan sebelumnya. Saat itu, Stadion Utama Gelora Bung Karno digunakan untuk agenda FIFA Series.
Namun kondisi lapangan JIS disebut belum sepenuhnya ideal untuk menggelar pertandingan kompetitif. Situasi ini membuat manajemen Persija mulai mempertimbangkan opsi stadion alternatif.
Salah satu pilihan yang muncul adalah Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi, yang sebelumnya sempat menjadi kandang Persija dalam beberapa musim terakhir.
Ketua Panitia Pelaksana Persija, Tauhid Indra Syarif atau yang akrab disapa Bung Feri, mengatakan keputusan akhir terkait stadion masih menunggu evaluasi dari tim.
“Untuk melawan Dewa United, kami masih menunggu komentar dari tim. Kalau tim merasa belum puas, tidak menutup kemungkinan pindah ke Stadion Patriot,” ujarnya.
Ia menjelaskan kondisi Stadion Patriot sebenarnya masih cukup layak digunakan, meskipun kualitas rumputnya tidak sebaik sebelumnya karena sering dipakai untuk berbagai pertandingan.
Selain itu, stadion tersebut juga digunakan oleh klub lain seperti FC Bekasi City dan Sriwijaya FC di kompetisi Championship.
Manajemen Persija kini terus memantau kondisi stadion sambil berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk tim pelatih dan divisi pemasaran klub.
Keputusan terkait stadion diharapkan segera ditetapkan agar persiapan Persija menghadapi Dewa United bisa berjalan maksimal.
Editor : Cholifatun Nisak