BLITAR KAWENTAR– Jadwal Persija Jakarta Maret 2026 menjadi perhatian para pendukung Macan Kemayoran di tengah persaingan ketat BRI Super League 2025–2026. Tim asuhan Mauricio Souza saat ini masih menjaga peluang dalam perebutan puncak klasemen.
Persija Jakarta berada di posisi kedua klasemen sementara dan hanya terpaut tiga poin dari Persib Bandung yang memimpin. Situasi tersebut membuat setiap pertandingan yang tersisa menjadi sangat krusial bagi Macan Kemayoran.
Karena itu, Persija dituntut tampil konsisten untuk terus menempel sang rival. Kehilangan poin dalam satu laga saja bisa berdampak besar terhadap peluang tim dalam perburuan gelar musim ini.
Di tengah persaingan ketat tersebut, Persija juga berusaha memperkuat skuad pada jendela transfer pertengahan musim. Salah satu rekrutan baru adalah bek naturalisasi Shayne Pattynama yang diharapkan mampu menambah kekuatan di lini pertahanan.
Kehadiran pemain baru tersebut diharapkan dapat membantu tim menjaga stabilitas permainan saat menghadapi sisa pertandingan musim ini.
Jadwal Persija Jakarta Maret 2026
Berbeda dengan bulan sebelumnya, jadwal pertandingan Persija Jakarta pada Maret 2026 tidak terlalu padat. Hal ini terjadi karena kalender kompetisi menyesuaikan agenda sepak bola nasional serta perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sepanjang bulan ini, Persija hanya dijadwalkan menjalani dua pertandingan di kompetisi BRI Super League 2025–2026.
Meski jumlah laga lebih sedikit, kedua pertandingan tersebut tetap memiliki arti penting bagi perjalanan Persija dalam perebutan gelar.
Berikut jadwal Persija Jakarta pada Maret 2026:
-
Minggu, 15 Maret 2026
Persija Jakarta vs Dewa United
Kick-off pukul 20.30 WIB
Pertandingan tersebut menjadi laga penting bagi Persija untuk menjaga jarak poin dengan tim-tim papan atas. Dukungan dari Jakmania tentu diharapkan mampu memberikan motivasi tambahan bagi para pemain.
Badai Cedera Hantam Persija di Bulan Ramadan
Di tengah persiapan menghadapi laga-laga penting, Persija justru harus menghadapi masalah serius. Tim ibu kota kini dilanda badai cedera yang membuat beberapa pemain harus menepi.
Situasi tersebut mulai terasa setelah pertandingan melawan Borneo FC Samarinda pada pekan ke-24 Super League yang digelar pada 3 Maret 2026.
Dalam pertandingan itu, beberapa pemain dilaporkan mengalami masalah kebugaran sehingga memaksa tim pelatih melakukan evaluasi terhadap kondisi skuad.
Salah satu pemain yang mengalami cedera adalah rekrutan baru Persija, Alaedin Ajare. Ia tampil sebagai starter dalam laga melawan Borneo FC, tetapi harus ditarik keluar pada menit ke-56 karena mengalami gangguan fisik.
Posisinya kemudian digantikan oleh gelandang Jan Mota untuk melanjutkan pertandingan.
Hingga kini, tim medis Persija masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti jenis cedera yang dialami Ajare.
Selain Ajare, dua pemain lain juga sudah lebih dulu masuk ruang perawatan. Mauro Zelstra mengalami cedera pada bagian paha, sedangkan Paulo Ricardo harus menepi karena cedera otot.
Situasi tersebut membuat pilihan pemain Mauricio Souza semakin terbatas, terutama di beberapa posisi penting.
Alano Absen karena Akumulasi Kartu
Tidak hanya cedera, Persija juga harus kehilangan pemain karena sanksi akumulasi kartu kuning. Salah satu pemain yang dipastikan absen adalah Alano.
Pemain tersebut menerima kartu kuning dalam pertandingan melawan Borneo FC pada menit ke-87. Akibatnya, ia harus menjalani hukuman larangan bermain pada laga berikutnya.
Mauricio Souza menilai keputusan wasit dalam memberikan kartu kuning tersebut sudah tepat.
“Menurut saya keputusan wasit dalam memberikan kartu itu sudah sesuai dan fair,” ujar Souza.
Pelatih asal Brasil itu juga mengakui pihaknya belum bisa memastikan kapan para pemain yang cedera dapat kembali bermain.
“Mauro masih belum diketahui apakah bisa tampil pada laga berikutnya. Alaedin juga harus diperiksa lebih lanjut, begitu juga Paulo,” jelasnya.
Hanif Syahbandi Absen hingga Akhir Musim
Kabar kurang menyenangkan juga datang dari gelandang Persija, Hanif Syahbandi. Pemain berusia 27 tahun itu dipastikan harus menepi hingga akhir musim akibat cedera lutut serius.
Cedera tersebut membuat Hanif tidak dapat membantu Persija hingga kompetisi Super League 2025–2026 berakhir.
Meski demikian, Hanif tetap berusaha aktif selama masa pemulihan. Ia kini juga menjalankan tanggung jawab baru sebagai Presiden Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) untuk periode 2026–2029.
Dalam masa pemulihan, Hanif tetap menjalani program latihan dan fisioterapi yang diberikan oleh tim medis Persija.
“Cedera ini memang membuat saya harus absen cukup lama. Tapi saya tetap fokus menatap musim depan,” kata Hanif.
Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, Persija Jakarta harus bekerja keras menjaga performa tim. Konsistensi permainan akan menjadi kunci jika Macan Kemayoran ingin tetap bersaing di papan atas hingga akhir musim.
Editor : Cholifatun Nisak