Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Menikmati Senja di Pantai Coro, Keindahan yang Tersembunyi

Didin Cahya Firmansyah • Jumat, 28 Desember 2018 | 14:05 WIB
menikmati-senja-di-pantai-coro-keindahan-yang-tersembunyi
menikmati-senja-di-pantai-coro-keindahan-yang-tersembunyi

 TULUNGAGUNG — Menikmati suasana pantai di siang hari tentu hal yang biasa. Namun apa jadinya jika saat matahari tergelincir ke ufuk barat atau menjelang petang? Tentu menawarkan sesuatu yang berbeda. Meskipun sebenarnya, berburu sunset (matahari terbenam, Red) juga harus “berjudi” dengan kondisi alam.


Seperti yang dilakukan Jawa Pos Radar Tulungagung dan seorang rekan dari Trenggalek dengan mengunjungi Pantai Coro di Desa Besole, Kecamatan Besuki. Meski akhirnya sedikit memendam kekecewaan lantaran ada awan yang bergelayut di langit, sedikit banyak bisa memberi gambaran mengenai kondisi pantai yang bertetangga dengan Pantai Popoh itu saat senja menjelang.


Bagus Krisna mengatakan, jika kondisi cuaca cerah dan tidak ada awan, tentu pemandangan di sini lebih indah. Mengingat pantai tersebut menawarkan pasir putih meskipun pesisirnya tidak terlalu luas karena diapit dua tebing yang menghadap laut lepas. “Sebenarnya cukup bagus untuk mengambil foto. Tetapi menuju lokasi ini harus dengan perjuangan sendiri. Ini pertama kali saya ke sini,” katanya.


Wajar saja, pemuda kurus tinggi ini berkata demikian. Karena harus jalan kaki terlebih dulu sepanjang sekitar 1 kilometer dari Padepokan Reco Sewu. Mungkin tidak ada masalah jika jalurnya datar karena harus naik turun perbukitan. Bahkan, juga harus melintasi jalur pantai selatan (pansela) yang belum sempat dikerjakan. “Lumayan menguras keringat. Namun, jika ke sini saat sore tiba, sebaiknya jangan sendiri, lebih baik berkelompok dengan teman. Mengingat jalurnya cukup bercabang dan harus membawa lampu penerangan,” imbuhnya.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung