Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Belajar Naik Gunung, Pendakian Wilis Via Penampihan Patut Dicoba, Siapa Tahu Ketemu Hewan Ini

Mukhamad Zainul Fikri • Senin, 18 September 2023 | 19:30 WIB
Pemandangan sunrise yang dialami tim di puncak Gunung Wilis Tulungagung.
Pemandangan sunrise yang dialami tim di puncak Gunung Wilis Tulungagung.

TULUNGAGUNG - Bagi pendaki pemula, pendakian Gunung Wilis via Candi Penampihan di Desa Nglurup, Kecamatan Sendang, Tulungagung patut untuk dicoba.

Karena akan banyak trek tanjakan menantang sepanjang perjalanan menuju puncak. Meski begitu, juga akan banyak hal indah yang bisa dinikmati.

Tim Radar Tulungagung berkesempatan untuk merasakan keindahan puncak Wilis yang ada di Tulungagung beberapa waktu lalu.

Jalur yang dipilih adalah pendakian via Penampihan. Jalur tersebut digadang-gadang memiliki trek yang lebih sulit dibandingkan jalur pendakian Wilis lainnya di Tulungagung atau pendakian via Jurang Senggani.

Basecamp pendakian Wilis via Penampihan bisa ditempuh sekitar satu jam dari pusat kota Tulungagung.

Itu menjadi lokasi terakhir bagi pendaki untuk memarkirkan kendaraannya sekaligus mengurus administrasi pendakian kepada petugas yang berjaga.

Tim yang berisi tiga orang berangkat dari pos pendakian sekitar pulul 11 siang. Dalam perjalanan menuju pos satu, tim disuguhkan dengan pemandangan perkebunan sayur mayur masyarakat setempat ala-ala Dieng ataupun Tengger.

Perjalanan untuk sampainke pos satu membutuhkan waktu sekitar setengah satu jam.

Trek menanjak mulai terasa berat saat pendakian dari pos satu menuju pos dua Watu Godhek. Tanjakan mulai memaksa tim untuk menggunakan gigi satu untuk bisa menaklukannya. Sangat jarang bonus atau jalan landai yang bisa dilewati.

Bagi yang membawa perbekalan berat, tentu trek di pos satu menuju pos dua sangat melelahkan.

Tim membutuhkan waktu sekitar 2 jam 30 menit untuk bisa sampai Watu Godhek. Pos itu mempunyai tempat cukup luas yang bisa untuk istirahat dan melupakan penat pendakian untuk sejenak.

Trek tanjakan menantang tidak berhenti di pos dua saja. Untuk melalui pos tiga, pos empat hingga puncak, masih ada banyak trek tanjakan lagi.

Namun jika dibandingkan dengan sebelumnya, trek lepas pos dua lebih bersahabat karena banyak trek landai sebagai bonus.

Tim memutuskan untuk terus melanjutkan perjalanan tanpa beristirahat panjang setelah berangkat dari pos dua Watu Godhek.

Akhirnya setelah sekitar dua jam perjalanan, tim sampai dipuncak dengan lancar. Di Puncak Wilis yang ada di Tulungagung, pada plakatnya bertuliskan 2.200 MDPL untuk ketinggiannya.

Kawasan puncak sangat luas dan terbuka sehingga bisa dijadikan tempat mendirikan tenda bagi banyak pendaki.

Jika diestimasikan, tim membutuhkan waktu sekitar 6 jam dari basecamp pendakian hingga ke puncak. Berangkat pukul 11 siang, tim sampai di puncak sekitar pulul 17.00 sore tepat saat matahari hendak bersembunyi di ufuk barat.

Selama 6 jam itu, banyak sekali spot yang bisa dijadikan tempat foto yang instagramable.

Seperti view lebatnya hutan tropis gunung Wilis, spot hutan mati sebelum luncak, ataupun spot tanaman edelweis yang ada di area dipuncak Wilis itu sendiri.

Eits, untuk tanaman Edelweis jangan sekali-kali untuk dipetik ya, cukup dibuat foto saja.

Disarankan bagi pendaki yang ingin pergi ke puncak Wilis Tulungagung, untuk menggunakan atribut pendakian yang lengkap dan perbekalan (utamanya air) yang cukup.

Termasuk jaket tebal serta sleeping bag. Karena saat malam, puncak terasa sangat dingin dengan angin yang bertiup kencang.

Saat pendakian itu, tim juga sangat beruntung karena disapa langsung oleh macan rembah penunggu hutan Wilis. Padahal jenis hewan tersebut sudah sangat jarang ditemukan saat ini.

Setelah bermalam di puncak, tim memutuskan turun gunung pada pukul 08.00 pagi setelah sarapan. Perjalanan pulang memakan waktu yang lebih cepat dibanding saat pendakian karena hanya butuh waktu sekitar 4 jam saja.

Saat pulang, tim juga berkesempatan untuk mencoba sumber air Wilis yang masih asri dan kesegarannya luar biasa. Sekitar pukul 12.00 siang, tim telah sampai ke basecamp Penampihan.

Dari pengalaman itu, kami sarankan untuk memilih berangkat pagi untuk melakukan pendakian Wilis via Penampihan.

Jika pendakian dilakukan malam hari, maka senter yang dibawa harus benar-benar terang karena kondisi malam hutan tropis Wilis sangat gelap ditutupi dengan rimbunnya pepohonan.(fik/rka)

Editor : Dharaka R. Perdana
#naik gunung #tulungagung #puncak gunung #gunung wilis #candi penampihan #pendaki