Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Wisata Puncak Jowin di Tulungagung Terus Berbenah, Aset Berharga Desa Winong Tambah PADesa

Rinto Wahyu Hidayat • Rabu, 27 Maret 2024 | 17:41 WIB
INDAH: Keindahan yang ditawarkan Wisata Puncak Jowin untuk menggaet wisatawan dari berbagai daerah.
INDAH: Keindahan yang ditawarkan Wisata Puncak Jowin untuk menggaet wisatawan dari berbagai daerah.

TULUNGAGUNG - Wisata Puncak Jowin terus berbenah untuk memanjakan wisatawan yang datang dari berbagai daerah. Potensi wisata andalan Kabupaten Tulungagung ini ada di Desa Winong, Kecamatan Kalidawir.

Pemerintah Desa (Pemdes) Winong berupaya memberdayakan semua potensi yang dimilikinya. Misalnya, dari sisi sumber daya manusia, Wisata Puncak Jowin memanfaatkan karyawan BUMDesa Jaya Mulya Winong sebagai bentuk penguatan.

BUMDesa Jaya Mulya Winong mendapatkan amanah sebagai pengelola lokasi Wisata Puncak Jowin sejak awal launching pada 18 Desember 2022 lalu. Sebab, lokasi Wisata Puncak Jowin merupakan salah satu aset desa berharga yang dicanangkan untuk menambah PADesa Winong.

Selain itu, Pemdes Winong juga memberi sentuhan baru terhadap lokasi Wisata Puncak Jowin, seperti pembuatan taman, lokasi bermain anak-anak, juga mengutamakan keindahan lokasi sebagai spot-spot foto para pengunjung.

"Selain itu, terus kami lakukan penyempurnaan tempat penginapan yang berada di bawah Pendapa Puncak Jowin. Meski saat ini belum ada fasilitas yang menunjang, tetap harus kami lengkapi," jelas Sutejo, kades Winong.

Targetnya untuk fasilitas penginapan, ada fasilitas seperti wifi, TV, AC dan kamar mandi dalam. Sentuhan Pemdes Winong yang sudah terealisasi saat ini antara lain, taman, tempat main anak-anak, dan masih dalam pengerjaan serta pembenahan kebersihan lokasi wisata.

Selain itu, fasilitas penginapan yang sementara ini ada tiga kamar. Saat ini, di Wisata Puncak Jowin juga tersedia cafe hingga area parkir luas yang mampu menampung parkir mobil dan sepeda motor pengunjung. Selain itu, di luar juga ada warung kuliner.

Pada hari libur dan tanggal merah, Wisata Puncak Jowin buka mulai pukul 05.00 hingga 21.00.

"Alhamdulillah sudah ada yang menginap, terutama para pengunjung dari luar kota. Dan Pendapa Puncak Jowin juga sering di-booking untuk tempat pertemuan, rapat dari instansi pemerintahan, dan digunakan sebagai tempat buka bersama puasa Ramadan juga," terang Sutejo.

Pada hari libur, juga Sabtu Minggu, banyak wisatawan dari luar kota yang berkunjung ke Wisata Puncak Jowin, dengan tarif tiket Rp 10 ribu per orang dan Rp 5 ribu untuk anak-anak. Jika ingin berkunjung ke Wisata Puncak Jowin juga bisa reservasi.

Bagi yang ingin menginap, ada fasilitas camping seperti tenda dan keperluan lainnya yang disediakan pengelola.

Wisata Puncak Jowin saat ini memiliki fasilitas seperti viewdeck, kolam, mushola, toilet, tempat parkir, penginapan, spot foto pendapa, dan cafe. Lokasinya berjarak sekitar 30 km ke arah selatan dari pusat 'Kota Cette' Tulungagung.

Untuk akses jalan menuju lokasi Wisata Puncak Jowin belum begitu sempurna dan sangat membutuhkan sentuhan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Saat ini, untuk menuju ke lokasi Wisata Puncak Jowin dengan akses jalan yang landai harus melewati wilayah Campurdarat.

Selain itu, juga banyak jalan alternatif menuju ke Wisata Puncak Jowin. Misalnya, melalui Desa Joho naik ke atas, juga bisa lewat Bokong Semar di wilayah Desa Banyuurip, dan bisa lewat wilayah Tanggunggunung.

Saran Kades Winong, para pengunjung yang belum terbiasa lewat di jalan pegunungan, disarankan lewat wilayah Campurdarat. Jika lewat jalan Desa Joho yang sedikit ekstrem, juga ada jasa ojek motor dari perbatasan antara Desa Joho dan Desa Winong, menuju Wisata Puncak Jowin dengan tarif Rp 20 ribu per penumpang.

"Para wisatawan yang ingin berkunjung ke Wisata Puncak Jowin, jika melewati jalur Desa Joho yang jalannya menanjak, kondisi kendaraannya harus prima," pesan Sutejo.

Dan bagi para pengguna kendaraan matic, jika pulang lewat jalur turunan, jangan selalu direm tapi bisa mengunakan metode stop and go, untuk menghindari panasnya sistem pengereman kendaraan. Harapannya, para pengunjung Wisata Puncak Jowin bisa berkendara dengan selamat hingga di rumah masing-masing. (rin/ynu)

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Puncak Jowin #wisata