Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pembangunan Jalur Kereta Api Mati Tulungagung-Trenggalek Ternyata Tak Sekali Jadi, Harus Melalui Dua Tahap

Dharaka R. Perdana • Kamis, 3 Oktober 2024 | 02:22 WIB

Peta jalur mati Tulungagung-Trenggalek-Tugu
Peta jalur mati Tulungagung-Trenggalek-Tugu

TULUNGAGUNG – Jalur kereta api mati Tulungagung-Trenggalek-Tugu ternyata tidak dibangun langsung hingga sepanjang lebih dari 48 kilometer. Melainkan ada dua tahap yang dilalui dengan titik awal dari Stasiun Tulungagung.

Yaitu 15 Juli 1921 untuk Tulungagung-Boyolangu-Campurdarat sepanjang 14 Km, dan 1 Juli 1922 untuk Campurdarat-Bandung-Kedunglurah-Ngetal-Trenggalek-Tugu sepanjang 25 kilometer seperti dikutip dari railfansina.blogspot.com.

Baca Juga: Transit di Stasiun Tulungagung, 9 KA Ini Menyimpan Fakta Bersejarah di Balik Namanya

Untuk diketahui, pada 1939 diperkirakan menjadi tahun terakhir Belanda membangun jalur rel. Hal ini tercatat dalam sejarah pembangunan jalur rel pada masa Netherland-Indische. Bahkan total panjang keseluruhan jalan rel di Indonesia mencapai 6811 kilometer.

Pembangunannya dilaksanakan beberapa perusahaan pemerintah dan swasta Belanda, seperti Staat Spoorwegen dan Netherland Indische Spoorwegemaatschappi.

Mereka adalah perusahaan kereta api pemerintah kolonial, juga seperti Oost Java Spoorwegemaatschappij, Soerabaja Stoomtram Maatschappij, dan masih banyak lagi sebagai perusahaan swasta.

Baca Juga: Yuk Mengenal Stasiun Kereta Api di Tulungagung, Di Mana Saja Letak Mereka?

Banyak jaringan jalur rel kereta api yang dibangun pada saat itu, baik jalur trem, jalur kereta api utama, maupun jalur kereta api percabangan (jalur simpang).

Namun dari tahun ke tahun, jalur-jalur kereta api tidak semakin bertambah, malah semakin berkurang panjangnya. 

Jalur-jalur yang mati, banyak di antaranya karena kurangnya okupansi angkutan, kalah persaingan dengan moda angkutan lain, atau sebab lain.

Jalur kereta yang mati, ada yang mati setelah Indonesia merdeka, bahkan sebelum Indonesia merdeka, atau masih dijajah juga ada yang terpaksa dimatikan. 

Banyak jalur rel yang mati atau dinonaktifkan untuk sementara, bahkan ada yang dibongkar paksa oleh Jepang yang menjajah pada tahun 1942-1945, untuk diangkut dan dibangun kembali di Burma. Termasuk jalur mati Tulungagung-Trenggalek-Tugu. ***

Editor : Dharaka R. Perdana
#jalur tulungagung trenggalek #stasiun kereta api #stasiun di tulungagung #stasiun #stasiun tulungagung #stasiun kereta