TULUNGAGUNG – Di sepanjang jalur kereta api mati Tulungagung-Trenggalek ada lima stasiun yang berdiri. Namun saat ini yang masih ada hanya Stasiun Tulungagung, sedangkan sisanya sudah lenyap. Termasuk Stasiun Campurdarat yang akan kita bahas kali ini.
Stasiun Campurdarat merupakan salah satu stasiun yang pernah berdiri di Tulungagung selatan. Saat ini keberadaan stasiun ini sudah lenyap dimakan zaman. Sejalan matinya jalur kereta api Tulungagung-Trenggalek pada 1930 saat krisis ekonomi melanda dunia.
Dikutip dari railfansina.blogspot.com, keberadaan bekas Stasiun Campurdarat bisa ditemukan di sekitar Pasar Campurdarat. Menurut referensi yang diperoleh dari sebuah website forum railfans, lokasi bekas stasiunnya terletak di SDN 2 Campurdarat sekarang.
Bahkan di lokasi tersebut ada sebuah menara air stasiun Campurdarat yang masih berdiri hingga kini. Dari area Campurdarat, bekas jalur rel masih berada di samping jalan raya, namun agak menjauh 40 m ke selatan.
Baca Juga: Yuk Mengenal Stasiun Kereta Api di Tulungagung, Di Mana Saja Letak Mereka?
Saat ini lokasi tersebut penuh pemukiman penduduk. Namun keberadaan menara air tersebut cukup mencolok karena sudah dicat warna hijau.
Dikutip dari kanal YouTube Aryo Nur Triambodho, warga setempat membenarkan jika menara air tersebut merupakan bekas sarana dan prasarana bekas Stasiun Campurdarat. Bahkan lokasi bangunan stasiunnya berada di sisi timur menara air yang sekarang berdiri sebuah musalla di sisi selatan SDN 2 Campurdarat.
Dari penuturan warga pun diketahui jika rel menuju arah Trenggalek pun berada di jalan areal pemukiman itu. Namun saat ini sudah tidak ada bekasnya lagi.
Begitulah sekelumit kisah Stasiun Campurdarat yang hilang akibat krisis malaise pada 1930. ***
Editor : Dharaka R. Perdana