TULUNGAGUNG – Stasiun Tulungagung bisa dikatakan cukup ramai dan melayani masyarakat Tulungagung dan sekitarnya.
Pelayanan prima ini pun ditunjang keberadaaan rangkaian kereta api yang berhenti di stasiun yang dikelola Daerah Operasi VII Madiun itu. Salah satunya Kereta api Brantas yang akan dibahas kali ini.
Baca Juga: Ini Cerita Jalur Lori PG Modjopanggoong Tulungagung, Salah Satunya Mengarah ke Stasiun Tulungagung
Kereta api Brantas adalah Kereta Api kelas Ekonomi AC yang melayani relasi Stasiun Pasar Senen-Stasiun Blitar melalui Semarang Tawang di jalur utara.
Nama kereta api ini identik dengan nama sungai terpanjang di Jawa Timur. Sungai yang berhulu di Kota Batu ini menyimpan sejarah peradabahan besar di Jawa Timur.
Apalagi dahulu fungsinya sebagai jalur transportasi yang diandalkan masyarakat.
KA ini berada di bawah kendali Daerah Operasi VII Madiun. Tarif kereta ini tergolong merakyat, yakni flat 84.000 rupiah baik jarak dekat maupun jauhnya.
Pertama kali KA Brantas beroperasi pada 1 Oktober 1998 (Sebenarnya mulai beroperasi pada 29 Oktober 1998) dengan relasi Kediri-Tanah Abang Via Manggarai dan sebaliknya.
Kereta ini menggunakan Rangkaian KA kelas ekonomi buatan 1998 dan pada 2009, Rangkaian KA Brantas digantikan dengan rangkaian lama ke rangkaian kelas ekonomi kemenhub livery Go Green (mirip NutriSari).
Sesuai Gapeka 2017 yang berlaku mulai 1 April 2017, Kereta api Brantas memperpanjang rute pelayanannya.
Yang semula hanya sampai Stasiun Kediri, kini sampai Stasiun Blitar. Jadwal perjalanan kereta ini juga mengalami perubahan, dengan penambahan stasiun untuk menaik-turunkan penumpang. ***
Editor : Dharaka R. Perdana