TULUNGAGUNG - Jalur kereta api Tulungagung-Trenggalek merupakan salah satu jalur mati di Pulau Jawa. Jalur ini secara resmi ditutup Staatspoorwegen (SS) pada 1 November 1932 karena opgebroken (dicabut).
Hal ini dikarenakan faktor resesi ekonomi global dekade 1930-an dan faktor terus meruginya lintas yang melintasi kawasan selatan Tulungagungg ini juga menjadi penyebab ditutupnya. Lalu di mana keberadaan relnya sendiri?
Dilansir stasiun.kereta.id rel segmen Campurdarat–Tugu telah dicabut Jepang pada 1943. Sedangkan gundukan tanahnya (railbed) telah dikeruk untuk mempertinggi jalan raya Campurdarat–Bandung.
Karena jalan raya Campurdarat–Bandung memiliki peran penting untuk mobilitas rakyat dan tentara di era perang revolusi dan satu-satunya jalan yang tidak tergenang dari awal tahun 1900-an hingga 1960.
Sementara segmen Tulungagung–Campurdarat sempat dibuka kembali oleh Djawatan Kereta Api Indonesia dan aktif hingga masa Perusahaan Negara Kereta Api sebagai angkutan gamping dan gula PG Mojopanggung.
Hal ini juga mencakup beberapa segmen jalur yang telah dibongkar oleh Jepang sempat dibangun kembali oleh pihak pabrik gula sebagai jalur lori perkebunan.
Baca Juga: Ini Dia Stasiun Paling Utara di Tulungagung, Ternyata Menyimpan Fakta yang Menarik
Namun dikarenakan jalur ini ditutup sebelum era kemerdekaan serta dianggap sebagai jalur lori pabrik gula, jalur ini tidak dianggap dan tidak dipatoki sebagai aset PT KAI.
Meskipun jalur tersebut tercatat dalam buku Jarak antar Stasiun. Hanya meninggalkan bekas-bekas railbed dan fondasi jembatan yang masih kokoh.
Semoga informasi ini bermanfaat.
Editor : Dharaka R. Perdana