TRAVELLING - Pantai Klatak terletak, salah satu wisata alam unggulan Kota Marmer.
Pantai ini terletak di Desa Keboireng, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung.
Dari sisi tiket masuk, pantai ini hanya menarik harga tiket masuk Rp 5 ribu, tidak membuat kantong bolong.
Dengan harga tiket masuk (HTM) tersebut, wisatawan akan dimanjakan dengan keindahan alam di pantai Selatan Jawa.
Selain menyajikan pesona lanskap alam, wisatawan yang berkunjung ke pantai ini dapat memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang telah disediakan pengelola wisata.
Di antaranya, fasilitas umum berupa gazebo yang teduh. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk piknik bersama keluarga.
Namun di balik pesona keindahan Pantai Klatak, pantai ini menyimpan sisi mistis.
Salah satu YouTuber mengungkap, sisi mistis itu saat berkunjung ke pantai Klatak Tulungagung.
"Memang saya tengah dikelilingi oleh makhluk-makhluk gaib yang ada di sini. Bahkan ada yang cukup seram," ungkap YouTuber Rumah Hikmah 19, dikutip Radar Tulungagung pada Senin (21/10/2024) siang.
Tak cuma mengelilingi saja, makhluk-makhluk tak kasat mata itu juga mengawasi gerak-gerik YouTuber Rumah Hikmah 19.
"Mungkin kehadiran saya di sini, tidak dikehendaki olehnnya atau oleh mereka," ujarnya.
Lebih lanjut, ungkap dia, sebetulnya di pesisir pantai Klatak Tulungagung banyak orang yang berlalu lalang maupun orang-orang yang sedang mancing.
Namun dunia nyata dan dunia gaib berbeda, memungkinkan kedua dunia ini berjalan secara berdampingan.
YouTuber Rumah Hikmah 19 kemudian memaknai bahwa destinasi wisata Pantai Klatak memang menjanjikan keindahan alam, panoraa pantai yang asri dan alami.
Secara umum, pantai ini aman dan nyaman untuk dikunjungi. Tidak ada mitos-mitos terkait misalnya mitos Nyi Roro Kidul.
Namun, tulis dia, memang ada tempat-tempat tertentu yang menjadi tempat tinggal atau tempat mangkal makhluk halus.
"Tak perlu khawatir, hanya Allah yang kita takuti dan kita andalkan. Ketika berkunjung, bacalah doa-doa perlindungan. InsyaAllah, Tuhan akan senantiasa melindungi kita!" tuturnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra