TRAVELLING - Terletak di kawasan pegunungan Wilis, daerah Besuki dikelilingi dengan alam yang asri dan sejuk dengan wisata alamnya.
Sayangnya, bukan hanya menyimpan potensi wisata alam yang menarik, di daerah tersebut juga menyimpan misteri tersendiri, khususnya misteri air terjun Ironggolo yang diyakini sebagai bekas pertapaan panglima Iro Manggolo.
Iro Manggolo merupakan panglima yang sakti mandra guna dari kerajaan di barat Gunung Wilis. Raja dari Kerajaan tersebut sangat berambisi ingin menaklukkan Kerajaan Kadiri.
Karena keinginannya tersebut, Sang Raja meminta Panglima Iro Manggolo untuk perang ke Kerajaan Kadiri dan melarangnya pulang sebelum Kerajaan tersebut luluh lantah.
Akhirnya, Panglima Iro Manggolo berperang melawan utusan dari Raja Kadiri yang juga sakti dan memiliki ilmu kanuragan. Sayangnya, nasib baik tidak berpihak pada Iro Manggolo.
Dia kalah dan tidak dapat meluluh lantahkan Kerajaan Kadiri, Iro Manggolo diberi kesempatan untuk pulang ke Kerajaannya dan tidak akan dibunuh meskipun kalah perang.
Namun, karena Iro Manggolo merasa malu tidak dapat memenuhi titah Sang Raja, dia memutuskan untuk mengasingkan diri dan bertapa di sisi timur Gunung Wilis yang saat ini menjadi air terjun.
Sehingga, air terjun tersebut dinamakan Irenggolo, didasarkan atas nama panglima Iro Manggolo yang bertapa di sana.
Hingga saat ini, untuk menghormati panglima Iro Manggolo dan tokoh-tokoh yang mbabat alas Dusun Besuki, setiap bulan Suro masyarakat setempat melakukan upacara adat sesaji.
“Kegiatan ritual yang dilaksanakan masyarakat setempat di air terjun Ironggolo ini dilakukan untuk memohon keselamatan kepada Tuhan YME dan mengenang jasa-jasa para pendiri dusun, untuk memberikan satu sesembahan kepada leluhur Gunung Wilis,” terang Youtuber Cakra Caraka Channel.
Air terjun Ironggolo merupakan objek wisata alam yang memiliki keunikan tersendiri dan berbeda air terjun pada umumnya.
Air dari air terjun ini tidak langsung jatuh ke tanah, melainkan merambat melalui bebatuan yang miring dan berundak seperti tangga.
Ketinggian air terjun ini sekitar 80 meter dan kemiringannya 40 derajat. Sehingga, para pengunjung biasa berfoto dengan menaiki bebatuan air terjun.
Untuk mencapai air terjun ini, pengunjung harus menempuh 30 menit melalui hutan setapak di pinggir jurang serta beberapa anak tangga yang naik dan turun.
Namun, saat ini pemerintah telah mempermudah akses menuju lokasi dengan membuat pegangan tangga dan memperbaiki jalan setapak.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra