Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Benarkah Gunung Semeru Berasal dari India? Berikut Isi Kitab Tantu Pagelaran

Dharaka R. Perdana • Selasa, 7 Januari 2025 | 03:52 WIB

Gunung Semeru dari kejauha nampak mengepulkan asap (wikipedia)
Gunung Semeru dari kejauha nampak mengepulkan asap (wikipedia)

RADAR TULUNGAGUNG - Kitab Tantu Pagelaran merupakan naskah kuno dari abad ke-16.

Kitab Tantu Pagelaran yang ditulis dalam bahasa Jawa Kuno di dalamnya menceritakan mitologi asal usul Gunung Semeru.

Baca Juga: Tak Hanya Menyehatkan, Olahraga Lari Juga Berpengaruh ke Ekonomi, Kok Bisa?

Kitab Tantu Pagelaran mengisahkan bagaimana Gunung Semeru yang menjadi salah satu simbol sakral di Jawa Timur tersebut tercipta sebagai bagian dari upaya para dewa menjaga keseimbangan dunia.

 

Dalam cerita di Kitab Tantu Pagelaran, para dewa di kahyangan melihat bahwa Pulau Jawa mengapung dan bergoyang-goyang di atas lautan.

Pulau Jawa  dianggap tidak stabil dan tidak cocok untuk kehidupan manusia.

Baca Juga: Tanah Bengkok Tak Harus Disewakan, Lurah Desa Bulus Buktikan Lahan Pertanian Yang Dikelola Dengan Baik Bisa Menjadi Sumber Ekonomi Yang Potensial

Untuk menstabilkan pulau tersebut, para dewa memutuskan untuk memindahkan Gunung Meru dari India ke Pulau Jawa.

Gunung Meru, yang dianggap sebagai gunung suci dan pusat dunia dalam mitologi Hindu, diangkat para dewa dan diterbangkan menuju Pulau Jawa.

Baca Juga: Berikut Gunung di Jawa Timur yang Jadi Idaman Pendaki, Nomor 6 Memiliki Kaldera Besar

Proses pemindahan ini dipimpin Dewa Brahma dan Dewa Wisnu, dengan bantuan Dewa Siwa.

 

Ketika Gunung Meru tiba di Pulau Jawa, awalnya gunung ini diletakkan di bagian barat pulau.

Namun, ternyata beban gunung terlalu berat sehingga pulau menjadi miring ke arah barat.

Para dewa kemudian memindahkan gunung tersebut ke bagian timur Pulau Jawa untuk menyeimbangkan posisi pulau.

Gunung Meru yang dipindahkan ke timur inilah yang kemudian dikenal sebagai Gunung Semeru.

Namanya diambil dari kata "Sumeru," yang berarti "Gunung Besar."

Gunung ini menjadi simbol sakral yang dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para dewa dan pusat spiritualitas.

 

Baca Juga: 5 Rekomendasi Hotel Dibawah Rp 500 ribuan di Kabupaten Tulungagung

Menurut mitos dalam Kitab Tantu Pagelaran, ketika Gunung Meru dipindahkan, beberapa bagian dari gunung tersebut jatuh dan membentuk gunung-gunung lain di Pulau Jawa.

Di antaranya adalah Gunung Penanggungan, yang dianggap sebagai pecahan puncak Gunung Semeru, serta beberapa gunung kecil lainnya.

 

Gunung Semeru tidak hanya dipandang sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa tetapi juga sebagai tempat suci yang melambangkan hubungan manusia dengan alam dan para dewa.

Baca Juga: Gagal Gelar Car Free Night, Dinkop UM Tulungagung Wacanakan Agenda Ini di 2025

Dalam tradisi Hindu dan kepercayaan lokal, Semeru dianggap sebagai "pusat dunia" dan tempat yang membawa harmoni bagi alam semesta.

Kisah ini mencerminkan bagaimana masyarakat Jawa mengintegrasikan mitologi Hindu ke dalam pandangan kosmologi mereka, menjadikan alam sebagai bagian penting dari spiritualitas dan kehidupan sehari-hari.

Gunung Semeru hingga kini tetap dihormati sebagai simbol keagungan dan pusat spiritualitas di Indonesia ***

Editor : Dharaka R. Perdana
#Kitab Tantu Pagelaran #semeru #gunung #jawa kuno #gunung semeru #tantu pagelaran