RADAR TULUNGAGUNG - Gunung Arjuno yang berada di antara Batu, Malang, dan Pasuruan tentunya memiliki sederet kisah dan mitos yang melegenda.
Salah satu yang cukup melegenda adalah keberadaan Alas Lali Jiwo di Gunung Arjuno.
Di kalangan pendaki Gunung Arjuno, Alas Lali Jiwo cukup angker dan kisahnya sering membuat merinding bulu roma.
Secara harfiah, Alas Lali Jiwo berarti Hutan Lupa Jiwa.
Jika dikaitkan dengan mitos angkernya hutan tersebut, kerap kali lekat dengan kisah pendaki yang tersesat dan hilang.
Seakan, jiwa-jiwa pendaki itu lupa dengan raganya. Atau sebaliknya, ragawi melupakan jiwanya.
Dalam pemahaman ilmu Jawa kuno, saat jiwa dan raga tak lagi manunggal, atau tak lagi dalam satu tujuan, maka kehidupan akan mengalami banyak halangan.
Maka ada pesan kepada para pendaki, saat mendaki gunung manapun, tidak boleh sombong, mengeluh, menantang, merusak serta melanggar norma adat setempat.
Alas Lali Jiwo terletak di Gunung Arjuno, tepatnya setelah Pos 7 Jawadwipa hingga mendekati Puncak Ogal Agil.
Kawasan ini berupa hutan pinus yang sejuk. Beberapa pohon nampak berlumut.
Namun semakin mendekati puncak, suasana hutan makin terbuka dan terang oleh sinar matahari.
Terdapat beberapa pantangan yang perlu dihindari saat berada di Alas Lali Jiwo.
Pendaki tidak boleh bersikap sombong, merusak situs peninggalan, berbicara kasar, serta suka mengeluh.
Pantangan lainnya, pendaki tidak boleh memakai pakaian berwarna merah, serta mendaki dengan kelompok berjumlah ganjil.
Alas Lali Jiwo adalah bagian dari keunikan dan misteri Gunung Arjuno yang memperkaya cerita lokal dan spiritual masyarakat.
Terlepas dari kebenaran mitosnya, pendaki disarankan untuk tetap menghormati adat dan menjaga perilaku selama perjalanan untuk keselamatan dan kenyamanan.