RADAR TULUNGAGUNG - Tulungagung memiliki puluhan pasar yang tersebar di seluruh penjuru kabupaten.
Setiap pasar di Tulungagung pun selalu dipenuhi pedagang dan masyarakat yang mencari kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Meski Letaknya Tersembunyi, Pasar di Kabupaten Tulungagung Ini Bisa Jadi Surga Bagi Pecinta Otomotif
Kendati demikian, ada satu lokasi di Tulungagung yang mengandung nama pasar namun kenyataannya berbeda 180 derajat.
Lokasinya berada di Jalan Yos Sudarso Tulungagung, tepatnya di sisi barat Terminal Gayatri.
Baca Juga: Ribuan Kasus DBD Selama Tahun 2024 di Tulungagung, Belasan Korban Meninggal
Bahkan tidak jauh dari pasar Pusat Dagang Sepeda (PDS) Tulungagung.
Ya, lokasi yang dimaksud adalah Lapangan Pasar Pahing Tulungagung.
Di Lapangan Pasar Pahing Tulungagung tidak ditemukan lapak, kios, maupun aktivitas jual beli kebutuhan dapur.
Baca Juga: Posisi Strategis, Pelabuhan Prigi Trenggalek Siap Dukung Perdagangan Internasional dan Pariwisata
Yang ada justru area terbuka yang sering digunakan berbagai aktivitas masyarakat setempat, khususnya olahraga.
Namun di sisi lain, sekarang dipenuhi masyarakat yang hendak menikmati secangkir kopi di salah satu warung kopi sederhana yang berjajaran.
Baca Juga: Olahraga Lari Jadi Lifestyle Pasca Pandemi Covid-19 Usai, Benarkah Demikian?
Kembali ke dekade 1990-an, ada banyak kegiatan masyarakat yang dipusatkan di Lapangan Pasar Pahing, baik musik, kesenian, dan lain sebagainya.
Namun sekarang, Lapangan Pasar Pahing sudah jarang untuk menggelar beragam event, pasca pembangunan area GOR Lembu Peteng yang lebih representatif.
Dulu Pemkab Tulungagung pernah memiliki rencana untuk mengembangkan Lapangan Pasar Pahing menjadi lebih fungsional dan menarik.
Salah satu rencana yang pernah dibahas adalah pembangunan Museum Peradaban Manusia di lokasi ini.
Baca Juga: Benarkah Gunung Semeru Berasal dari India? Berikut Isi Kitab Tantu Pagelaran
Namun, proyek tersebut menghadapi beberapa kendala yang menyebabkan penundaan dalam pelaksanaannya.
Secara keseluruhan, Lapangan Pasar Pahing merupakan salah satu aset penting bagi Tulungagung, baik dari segi sosial, budaya, maupun rencana pengembangan ke depan.
Dengan berbagai rencana pengembangan yang ada, diharapkan lapangan ini dapat menjadi pusat kegiatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat dan menarik bagi wisatawan. ***
Editor : Dharaka R. Perdana