RADAR TULUNGAGUNG - Juru pelihara Wana Wisata Edukasi Gunung Budheg Tulungagung mengeluhkan kebisingan dari warung-warung karaoke di sekitarnya.
Apalagi pengunjung mulai terganggu ingar bingar musik dari bawah gunung yang berada di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung itu.
Baca Juga: Terletak Dekat IPLT Tulungagung, Berikut Keunggulan Wisata Argo Blimbing Mulyono
Pihak kelompok sadar wisata edukasi Gunung Budheg minta solusi terbaik dari Pemkab Tulungagung.
Ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Gunung Budheg Agus Utomo saat dikonfirmasi membenarkan permasalahan tersebut.
Dia pun menyayangkan suara bising tersebut karena mengganggu kegiatan-kegiatan edukasi yang ada di sana.
Baca Juga: Mau Mencoba Trail Running di Tulungagung? Empat Lokasi Ini Wajib Dicoba
"Karena di sini banyak anak-anak sekolah yang berdatangan untuk wawancara tentang Gunung Budheg. Intinya kegiatan tentang edukasi dan budaya," jelasnya.
Namun Agus juga sadar bahwa dirinya tidak bisa berbuat banyak tentang keluhan tersebut.
Karena dia tahu bahwa dirinya dan para pemilik warung karaoke memiliki posisi yang sama. Hanya sebagai pengguna lingkungan saja.
Dia berharap ada solusi yang terbaik dari pemangku kebijakan di daerah tersebut.
"Agar sama-sama tetap bisa memperoleh manfaatnya masing-masing tanpa ada yang mersa dirugikan. Itu tugas pemerintah untuk memberi solusi," terang pria yang sudah 14 tahun mengelola tempat wisata tersebut.
Sekadar diketahui, Wana Wisata Edukasi Gunug Budheg kini semakin ramai dan diminati pengunjung.
Gunung setinggi 540 mdpl ini iki memiliki daya tarik tersendiri di kalangan wisatawan.
"Sengaja ke sini. Ini tadi kami olahraga mendaki gunung sambil lari," ucap Rosa salah satu wisatawan yang baru turun dari Gunung Budheg.
Terlihat banyak masyarakat berdatangan ke wisata gunung tersebut.
Baca Juga: Gunung Budheg Bagian Sumbu Filosofi Tulungagung, Begini Alasannya
Mulai dari keluarga, anak muda, orang tua, hingga anak-anak usia sekolah dasar menikmati tempat wisata tersebut.
Bahkan banyak anak-anak seusia sekolah dasar datang ke sana.
Beberapa dari mereka ada yang sengaja ke sana karena kebutuhan tugas dari sekolah, namun ada juga masyarakat yang sengaja ke sana untuk berolahraga dan mendaki gunung. ****
Editor : Dharaka R. Perdana