RADAR TULUNGAGUNG - Sepekan menjelang libur awal Ramadhan, puluhan ribu warga Tulungagung bepergian ke daerah Surabaya dan Malang menggunakan transportasi kereta api.
Jumlah penumpang asal Tulungagung tersebut mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Baca Juga: Tiket Kereta Api Angkutan Lebaran 2025 dari Daop 7 Masih Tersedia, Segini Jumlah Kursinya
Masyarakat Tulungagung masih banyak yang menjadikan kereta api sebagai transportasi utama dalam bepergian keluar kota.
Tidak hanya kereta lokal tujuan Surabaya dan Malang. Ribuan masyarakat Tulungagung juga terlihat bepergian menggunakan kereta jarak jauh (JJ) ke Yogyakarta hingga Jakarta.
Namun menurut data dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop 7) Madiun, penumpang yang terbanyak masih pada kereta lokal tujuan Surabaya dan Malang.
Terdapat 10.564 warga bepergian menggunakan kereta lokal tujuan Surabaya dan Malang yang dari stasiun Tulungagung.
Baca Juga: Ini Cerita Jalur Lori PG Modjopanggoong Tulungagung, Salah Satunya Mengarah ke Stasiun Tulungagung
Tak heran jika suasana di setasiun Tulungagung terlihat ramai. Antrean di loket penjualan tiket kereta api juga dipadati warga.
Mereka membeli tiket ke berbagai kota tujuan masing-masing.
Baca Juga: Transit di Stasiun Tulungagung, 9 KA Ini Menyimpan Fakta Bersejarah di Balik Namanya
Ada yang membeli tiket untuk bepergian hari ini, ada juga yang memesan tiket karena takut kehabisan. Antusiasme masyarakat ini juga disebabkan libur awal puasa yang tinggal menghitung hari lagi.
"Saya mau beli tiket ke solo tapi untuk Minggu depan. Beli sekarang karena takut kehabisan," ungkap Rismawati warga asal Boyolangu.
Sementara itu, humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop 7) Madiun, Rokhmad Makin Zainul mengimbau masyarakat yang hendak bepergian menggunakan kereta api melalui Stasiun Tulungagung agar lebih waspada dan berhati-hati.
Zainul sapaan akrabnya juga mengimbau agar masyarakat selalu memeriksa jadwal perjalanan kereta terbaru berdasarkan Gapeka 2025 yang telah berlaku sejak 1 Februari 2025.
"Imbauan bagi penumpang ini seiring dengan meningkatnya jumlah penumpang menjelang bulan Ramadhan 2025," terangnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana