RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Proyek infrastruktur strategis nasional di koridor pesisir selatan Jawa Timur kini menorehkan babak baru yang krusial. Jalur Lintas Selatan atau JLS Blitar Tulungagung kini dipastikan telah tersambung sepenuhnya dan dapat dilintasi oleh para pengendara secara langsung.
Kepastian mengenai keterhubungan rute JLS Blitar Tulungagung ini berhasil dibuktikan melalui uji coba perjalanan darat terbaru dari arah timur. Perjalanan dimulai dari area perempatan Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, menuju kawasan Pantai Sine, Tulungagung.
Langkah pengujian koridor ekonomi baru ini menjadi jawaban atas keraguan masyarakat mengenai realisasi konektivitas Jalur Lintas Selatan terbaru antar-kabupaten. Terhubungnya akses trans-selatan ini diproyeksikan bakal mendongkrak sektor pariwisata daerah serta memperlancar mobilitas logistik warga lokal secara masif.
Uji Coba Akses Awal Rute Binangun Menuju Pesisir Serang
Perjalanan ekspedisi darat dari pusat Kecamatan Binangun menuju titik akhir di pesisir Tulungagung membutuhkan durasi berkendara sekitar 1,5 jam. Fase awal perjalanan didominasi oleh perlintasan jalanan pedesaan yang bervariasi, mulai dari aspal standar hingga jalur cor semen halus bermarka garis putus-putus.
Rute ini sengaja diarahkan menyusuri kawasan Desa Wisata Serang yang terkenal dengan objek wisata Pantai Serang sebagai gerbang masuk utama. Di sepanjang jalur pedesaan ini, kanan-kiri jalan masih dipenuhi oleh pohon bambu, kelapa, perkebunan tebu, hingga kendaraan pengolah padi keliling.
Setelah melewati simpang Pantai Serang, karakteristik jalan raya langsung berubah total mencerminkan kemegahan proyek infrastruktur JLS yang sesungguhnya. Lajur jalan melebar dengan lapisan aspal mulus, dilengkapi pembatas besi (guard rail), serta tiang reflektor pemantul cahaya di kedua sisi tebing curam.
Pada section awal ini, jalur dikenal sebagai JLS Banteng Mati Jebring yang memiliki visual tebing polos bekas pembelahan perbukitan. Infrastruktur pelengkap seperti lampu penerangan jalan umum dan marka penyeberangan jalan (zebra cross) juga terpantau sudah dipasang di beberapa titik.
Menyusuri Batas Wilayah dan Pintu Masuk Pantai Populer
Memasuki titik persimpangan JLS Pantai Tambahrejo, pengendara dapat mengambil lajur lurus setelah melakukan konfirmasi rute dengan warga setempat. Pada titik ini, sisa-sisa material konstruksi dan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum masih terlihat melakukan proses penyelesaian akhir.
Jalur aspal baru ini masih menyisakan sedikit bercak tanah dari roda truk proyek, namun secara fungsional sudah aman dilewati. Kehadiran vegetasi tebu dan tebing polos menjadi penanda bahwa kendaraan telah mendekati wilayah perbatasan administrasi antarkabupaten.
Saat melintasi section JLS Molang Bululawang, pengendara secara resmi telah memasuki area teritorial Kabupaten Tulungagung. Gerbang masuk Tulungagung ini langsung ditandai dengan kemunculan plang hijau penunjuk arah resmi menuju Pantai Pacar dan Pantai Molang.
Kondisi bentang alam di sisi Tulungagung memiliki perbedaan visual yang cukup kontras dengan wilayah Blitar. Koridor Tulungagung didominasi oleh ukuran tebing batuan yang jauh lebih tinggi serta akses masuk pantai eksotis yang berdekatan.
Pesona Perempatan Makkah Pucanglaban dan Keindahan JLS Dlodo
Perjalanan kemudian tiba di perempatan Makkah Pucanglaban yang menjadi salah satu spot paling ikonik di sepanjang jalur pesisir selatan. Kawasan perempatan Makkah Pucanglaban merupakan persimpangan jalan strategis yang menghubungkan akses ke area Trenggalek, Pucanglaban, dan Pantai Kedung Tumpang.
Dinamakan demikian oleh masyarakat karena tebing batuannya sempat berwarna merah kecokelatan mirip atmosfer Arab Saudi sebelum akhirnya kini ditumbuhi rumput hijau. Wisatawan dapat menikmati pemandangan persimpangan ini dari jajaran warung semi-permanen yang berdiri di atas puncak bukit.
Selepas dari persimpangan tersebut, tantangan berkendara berupa elevasi naik-turun pegunungan yang cukup ekstrem mulai menghadang para pengendara di jalan. Kondisi aspal JLS di area ini terlihat berusia lebih lama karena struktur tebingnya sudah dilapisi cor semen pelindung longsor.
Setelah melewati tanjakan curam, pengguna jalan akan disuguhi keindahan JLS Dlodo yang diklaim sebagai salah satu jalan terindah di Indonesia. Kawasan JLS Dlodo ini menyajikan pemandangan rimbun dari ribuan pohon kelapa yang menjulang tinggi di sisi kiri rute Pantai Sine.
Baca Juga: Respon Cepat DAMKAR Tulungagung Cegah Api Merembet ke Pemukiman
Kuliner Makadam Tebing dan Tiket Masuk Pantai Sine
Sekitar 2 kilometer setelah melintasi jembatan estetik Dlodo, terdapat akses jalan tanah makadam berbatu tajam menuju puncak tebing Sine. Jalur makadam ini hanya dapat dilalui oleh kendaraan dengan kondisi ban berjalur tebal, baik untuk sepeda motor maupun mobil city car.
Di atas bukit tebing kulon ini, terdapat deretan warung kuliner beralas rumput sintetis yang menghadap langsung ke arah Samudra Hindia. Area ini menjadi spot foto favorit untuk melihat pemandangan aspal JLS dari atas ketinggian tebing pantai.
Sebagai langkah penutup perjalanan, pengendara dapat turun menuju pos retribusi terpadu Pantai Cemoro Sewu dan Pantai Sine. Petugas menetapkan skema tarif tiket masuk reguler sebesar Rp10.000 per orang untuk satu unit sepeda motor.
Kawasan Pantai Sine viral ini menyajikan garis pantai sepanjang lebih dari 1 kilometer yang bersebelahan langsung dengan area hutan Cemoro Sewu. Tersambungnya interkoneksi JLS Blitar Tulungagung ini menjadi tonggak penting bagi kemajuan ekonomi dan pariwisata di sepanjang pantai selatan Jawa Timur.
Editor : Natasha Eka Safrina