BANYUMAS - Wadas Cinta Banyumas semakin ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat akhir pekan. Destinasi dadakan di kawasan Sungai Serayu, Desa Serowot, ini menawarkan pengalaman bermain air dan menikmati alam dengan suasana berbeda.
Wadas Cinta Banyumas menjadi viral karena bagian Sungai Serayu yang surut saat musim kemarau membuka area bebatuan di tengah aliran sungai. Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan warga menjadi lokasi rekreasi yang ramai didatangi keluarga.
Wadas Cinta Banyumas bahkan semakin padat menjelang sore. Dalam kunjungan pada Minggu siang hingga sore, kawasan tersebut dipenuhi wisatawan yang datang untuk bermain air, makan bersama keluarga, hingga menyaksikan pentas seni ebrek.
Sungai Serayu Surut Jadi Daya Tarik
Lokasi Wadas Cinta berada di Desa Serowot, Kabupaten Banyumas. Akses menuju tempat wisata ini dapat ditempuh dari arah jembatan Sungai Serayu Banyumas dengan perjalanan sekitar lima menit.
Dari kawasan jembatan, pengunjung dapat mengikuti petunjuk menuju Desa Kaliori sebelum memasuki Desa Serowot. Papan penunjuk menuju Wadas Cinta juga terlihat cukup jelas sehingga wisatawan tidak terlalu kesulitan mencari lokasi.
Jalur menuju lokasi sudah dibuat satu arah untuk mengatur arus kendaraan. Namun, ketika ramai, terutama pada akhir pekan, jalan menuju kawasan wisata bisa dipenuhi kendaraan.
Baca Juga: Rahasia Bali Jadi Pusat Pariwisata Dunia yang Mendunia, Tak Hanya Sekadar Keindahan Alamnya
Kondisi jalan yang belum seluruhnya beraspal juga membuat debu beterbangan. Pengunjung yang datang menggunakan sepeda motor disarankan lebih berhati-hati, terutama saat kendaraan ramai melintas ketika musim kemarau.
Sesampainya di lokasi, wisatawan bisa melihat area Sungai Serayu yang airnya menyusut. Bagian sungai yang biasanya tertutup air berubah menjadi daratan dan bebatuan yang bisa dimanfaatkan untuk aktivitas wisata.
Bisa Main Air hingga Piknik di Tengah Sungai
Suasana di kawasan Wadas Cinta terasa ramai dengan aktivitas keluarga. Pengunjung terlihat bermain air, membawa anak-anak, hingga makan bersama di area sungai yang sedang surut.
Air Sungai Serayu di bagian tertentu juga terlihat cukup jernih dan terasa dingin. Kondisi ini membuat anak-anak tertarik bermain air bersama keluarga.
Salah satu daya tarik utama kawasan tersebut adalah batu yang menyembul di tengah aliran sungai. Batu itu dikenal warga sebagai Wadas Cinta karena diberi tanda berbentuk hati.
Dari kawasan tersebut, pengunjung juga dapat melihat aliran sungai yang masih memiliki debit air lebih tinggi. Hal itu memperlihatkan perbedaan kondisi antara bagian sungai yang dangkal dan area yang tetap dialiri air.
Baca Juga: Tingkat Okupansi Hotel di Tulungagung Merosot, Bupati Tekankan Kolaborasi dengan Sektor Pariwisata
Saat musim hujan, kondisi kawasan tentu berbeda. Area yang kini menjadi tempat bermain dan berkumpul dapat kembali tertutup air karena debit Sungai Serayu meningkat.
Ada Wahana Anak dari Bambu
Kreativitas warga juga terlihat dari keberadaan wahana sederhana untuk anak-anak. Salah satunya berupa undar-undaran atau permainan berputar yang dibuat dari bambu dan tali.
Wahana tersebut menjadi alternatif bagi anak yang tidak ingin bermain air. Bentuknya sederhana, tetapi justru menjadi salah satu daya tarik tambahan bagi pengunjung.
Selain wahana anak, terdapat pula perahu di bagian sungai yang masih memiliki aliran air. Namun, tidak seluruh bagian sungai dapat dilalui perahu karena beberapa titik menjadi dangkal saat kemarau.
Aktivitas warga dan wisatawan di kawasan tersebut membuat Wadas Cinta menjadi ruang rekreasi yang cukup hidup. Pedagang dan pengelola wahana juga memperoleh peluang ekonomi dari meningkatnya kunjungan.
Sore Hari Semakin Padat
Keramaian Wadas Cinta Banyumas semakin terlihat ketika sore tiba. Pengunjung terus berdatangan, sementara sebagian wisatawan mulai meninggalkan lokasi. Pada Minggu sore, arus kendaraan bahkan terlihat padat. Area parkir dan jalur keluar dipenuhi kendaraan wisatawan yang hendak pulang.
Baca Juga: PKS Wisata Kedaluwarsa, Pemkab Tulungagung Turunkan Target PAD Pariwisata 2026
Kehadiran pentas seni ebrek pada hari tersebut turut menambah daya tarik. Wisatawan bisa menikmati pertunjukan sekaligus bermain air di Sungai Serayu.
Fenomena Wadas Cinta memperlihatkan bagaimana sungai yang surut saat musim kemarau dapat berubah menjadi destinasi wisata baru. Warga memanfaatkan kondisi alam tersebut secara kreatif untuk menghadirkan ruang rekreasi yang ramai bagi masyarakat.
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, waktu pagi atau sore dapat menjadi pilihan untuk menghindari panas. Pengunjung juga perlu menjaga kebersihan dan memperhatikan kondisi aliran sungai selama bermain di kawasan Wadas Cinta.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : AKA CHANNEL