BALI - Wisata Ubud menawarkan pengalaman liburan yang berbeda dari kawasan Bali lainnya. Berada di dataran tinggi Bali bagian tengah, Ubud memadukan hutan tropis, sawah terasering, air terjun, pura, kerajinan, dan suasana spiritual.
Wisata Ubud juga dikenal sebagai salah satu pusat budaya dan wellness di Pulau Dewata. Kawasannya menawarkan banyak pilihan akomodasi, restoran, kafe, spa, pasar seni, hingga berbagai aktivitas yang bisa dilakukan wisatawan.
Bagi yang sedang menyusun itinerary, wisata Ubud punya banyak destinasi menarik. Mulai dari pusat kota yang ramai hingga kawasan pedesaan yang tenang, semuanya dapat disesuaikan dengan gaya perjalanan masing-masing.
Baca Juga: Pantai Dreamland Bali Jadi Favorit Wisatawan, Ini Rute, Tiket Masuk, dan Pesona Sunset yang Memikat
Pusat Kota hingga Monkey Forest
Pusat Ubud menjadi pilihan tepat untuk memulai perjalanan. Wisatawan dapat berjalan kaki menyusuri kawasan yang dipenuhi rumah tradisional Bali, pura, butik, spa, kafe, restoran, dan berbagai tempat kuliner.
Pencinta kerajinan juga bisa mengunjungi Ubud Art Market. Pasar ini menawarkan beragam kerajinan dan suvenir. Wisatawan bahkan dapat mengikuti workshop untuk membuat karya sendiri, termasuk aktivitas membuat gerabah.
Di pusat Ubud terdapat Sacred Monkey Forest Sanctuary. Kawasan hutan tropis ini memiliki pura kuno dan menjadi habitat ratusan monyet ekor panjang.
Baca Juga: 10 Wisata Bali Paling Populer, dari Pantai Eksotis hingga Desa Tradisional yang Memesona
Tirta Empul juga layak masuk itinerary. Pura yang berada di utara Ubud ini dibangun pada abad ke-10 dan terkenal dengan sumber mata air suci yang digunakan untuk ritual penyucian.
Sementara itu, Gunung Kawi Temple berjarak sekitar 30 menit dari Ubud. Kompleks pura Hindu dari abad ke-11 ini memiliki 10 bangunan candi yang dipahat pada tebing batu dan dipercaya berkaitan dengan keluarga kerajaan Bali masa lalu.
Menikmati Alam Ubud
Bagi pencinta wisata alam, Tangkuban Perahu menjadi pilihan yang lebih tersembunyi. Air terjun ini berada di kawasan hutan dan relatif tidak terlalu ramai karena lokasinya berada di luar jalur utama.
Baca Juga: 12 Destinasi Wisata di Bali yang Wajib Dikunjungi: Pantai, Pura, dan Budaya Pulau Dewata
Wisatawan dapat mengikuti jalur yang melewati hutan, aliran sungai, serta jembatan kecil sebelum mencapai air terjun dan kolam dangkal di bawahnya.
Pilihan lain adalah Bukit Campuhan atau Campuhan Ridge Walk. Jalur perbukitan ini berada dekat pusat Ubud dan membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit sekali jalan.
Rutenya melewati perbukitan hijau, persawahan, vegetasi tropis, serta pura. Waktu terbaik untuk berjalan kaki adalah pagi atau sore hari.
Ceking Rice Field juga menawarkan suasana persawahan yang mudah dijangkau dari pusat Ubud. Wisatawan dapat melihat petani bekerja, pohon kelapa, jalan setapak, serta pemandangan sawah yang tenang.
Kolam Infinity hingga Sunrise Mount Batur
Untuk pengalaman yang lebih modern, wisatawan bisa menuju Cretya di kawasan Tegalalang. Day club bertingkat ini memiliki infinity pool, kolam dengan suhu berbeda, restoran, bar, dan area bersantai dengan panorama persawahan.
Di kompleks Alas Harum di sekitarnya, terdapat sejumlah spot foto, patung, sarang buatan, zip line, serta ayunan di atas area persawahan.
Baca Juga: Wisata Bali Utara: Destinasi Alam Eksotis dan Air Terjun Menakjubkan untuk Liburan Tenang
Destinasi terakhir sekaligus salah satu yang paling menarik adalah Mount Batur. Gunung api aktif setinggi 1.717 meter ini berada sekitar 40 kilometer timur laut Ubud.
Aktivitas populer di sini adalah sunrise trek yang dimulai sekitar pukul 02.00-03.00. Pendakian berlangsung kurang lebih dua jam hingga mencapai puncak. Dari atas, wisatawan dapat menikmati panorama kaldera, Danau Batur, pulau-pulau, dan pegunungan di sekitarnya.
Dengan pilihan tersebut, wisata Ubud bisa menjadi perjalanan yang memadukan budaya, alam, kuliner, relaksasi, hingga petualangan dalam satu itinerary.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : omni naomi