Pasar Selo Boyolali di Lereng Merapi, Ada Jenang Unik hingga Homestay Murah

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 17:55 WIB
Pasar Selo Boyolali di lereng Merapi menawarkan kuliner tradisional, oleh-oleh murah, panorama pegunungan, hingga homestay untuk wisatawan. (Youtube. com)
Pasar Selo Boyolali di lereng Merapi menawarkan kuliner tradisional, oleh-oleh murah, panorama pegunungan, hingga homestay untuk wisatawan. (Youtube. com)

BALI - Pasar Selo Boyolali menjadi salah satu pasar tradisional yang menarik perhatian karena berada di kawasan wisata lereng Gunung Merapi. Pasar ini menawarkan suasana berbeda dengan pasar tradisional di daerah pegunungan lainnya.

Pasar Selo Boyolali berada di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Lokasinya berada di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu dengan ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Tak hanya menjadi tempat transaksi warga, Pasar Selo Boyolali juga bisa menjadi persinggahan wisatawan yang ingin mencari oleh-oleh dengan harga terjangkau. Kawasan sekitar pasar menyuguhkan udara sejuk serta panorama pegunungan yang menarik.

Baca Juga: Pantai Kedung Tumpang Tulungagung Masih Jadi Favorit, Jalur Ekstrem dan Laguna Alami Bikin Wisatawan Takjub

Berada di Kawasan Wisata Lereng Merapi

Kecamatan Selo dikenal sebagai salah satu kawasan wisata utama di Kabupaten Boyolali. Letaknya yang berada di dataran tinggi membuat kawasan ini memiliki udara sejuk dan pemandangan alam yang memanjakan mata.

Perjalanan menuju pasar juga menjadi bagian menarik dari pengalaman wisata. Dari sejumlah titik, wisatawan dapat melihat panorama Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Pasar Selo berada di pusat Kecamatan Selo. Di depan pasar terdapat Taman Simpang Pagu Buwono 6 yang kerap dimanfaatkan wisatawan untuk beristirahat maupun berswafoto.

Baca Juga: Wisata Dolphin Pantai Lovina Bali, Sensasi Berburu Lumba-Lumba di Laut Lepas Mulai Rp100 Ribuan

Area taman juga menyediakan tempat untuk nongkrong. Lokasi tersebut bisa menjadi pilihan untuk melepas lelah setelah berkeliling kawasan lereng Merapi.

Pasar Buka Saat Wage dan Legi

Berbeda dengan pasar tradisional yang buka setiap hari, Pasar Selo memiliki hari pasaran tertentu. Pasar ini ramai pada pasaran Wage dan Legi.

Karena itu, wisatawan yang ingin merasakan suasana pasar tradisional Selo perlu memperhatikan jadwal tersebut. Di luar hari pasaran, aktivitas jual beli di kawasan ini disebut cenderung lebih sepi.

Baca Juga: Karimun Jawa Makin Populer, Ini Rincian Budget Liburan, Rute, Penginapan, dan Spot Wisata Favorit

Salah satu pemandangan yang cukup mencolok adalah banyaknya pedagang perempuan yang menjual buah-buahan. Beberapa di antaranya menawarkan pepaya dan sirsak.

Pasar ini juga memiliki kuliner tradisional yang cukup unik. Salah satunya adalah jenang krasikan yang dijadikan oleh-oleh khas bagi wisatawan yang berkunjung.

Selain jenang krasikan, terdapat pula jajanan tradisional seperti jadah, cucur, dan roti kelapa. Kehadiran makanan tersebut membuat pasar tidak hanya menarik bagi warga lokal, tetapi juga wisatawan yang ingin membawa pulang makanan khas.

Baca Juga: Wisata Pura Tanah Lot Bali: Lokasi, Harga Tiket, Sejarah, Ular Suci, hingga Spot Sunset Paling Indah

Pedagang Pasar Punya Usaha Homestay

Keunikan lain ditemukan pada aktivitas para pedagang. Karena Selo merupakan kawasan wisata, sejumlah warga tidak hanya mengandalkan perdagangan di pasar.

Salah satunya adalah pedagang bernama Rahayu yang juga menjalankan usaha homestay. Penginapan tersebut menyediakan pilihan kamar maupun satu rumah untuk wisatawan.

Dalam penuturan pedagang, tarif kamar berada di kisaran Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per malam. Sementara jika ingin menyewa satu rumah, tarifnya sekitar Rp1 juta per malam.

Baca Juga: Wisata Pura Tanah Lot Bali: Lokasi, Harga Tiket, Sejarah, Ular Suci, hingga Spot Sunset Paling Indah

Fasilitas yang tersedia antara lain televisi, meja makan, serta kamar mandi. Pilihan homestay ini bisa menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menginap lebih lama untuk menikmati kawasan Selo.

Pasar Tradisional dengan Suasana Lokal

Di sisi lain, Pasar Selo tetap menjadi ruang ekonomi masyarakat setempat. Salah satu pedagang yang ditemui menjual jenang gendul dan sejumlah makanan tradisional.

Kehadiran pedagang dengan berbagai latar belakang memperlihatkan kehidupan masyarakat di lereng Merapi. Pasar bukan sekadar tempat membeli kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas sosial warga.

Baca Juga: Pantai Gemah Tulungagung Tawarkan Panorama Laut, Hutan Pinus, hingga Wahana Wisata untuk Healing

Bagi wisatawan, mengunjungi pasar tradisional seperti Pasar Selo memberikan pengalaman berbeda. Selain berburu kuliner dan oleh-oleh, pengunjung dapat menikmati suasana pedesaan serta panorama pegunungan dalam satu perjalanan.

Dengan lokasi strategis di kawasan wisata, pemandangan Merapi-Merbabu, kuliner tradisional, hingga pilihan homestay, Pasar Selo menjadi salah satu tujuan menarik saat menjelajahi kawasan Boyolali.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : Jejak Richard
Pasar Selo Boyolali Kecamatan Selo Gunung Merapi Gunung Merbabu kuliner tradisional