TRENGGALEK - Sejumlah pengguna kendaraan besar sejenis truk dari wilayah Trenggalek, tampaknya harus rela berputar hingga puluhan kilometer untuk menuju wilayah Ponorogo, begitu juga sebaliknya. Pasalnya, hingga kemarin (7/9) akses jalur utama Trenggalek-Ponorogo di Kilometer (KM) 16 masuk Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, masih diberlakukan buka-tutup.
Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek bersama Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jawa Timur (Jatim) akan terus melakukan pemantauan di KM 16. Sehingga kemungkinan pertengahan bulan ini akan dilakukan koordinasi kembali untuk mengetahui perkembangan pengerjakan di ruas jalan tersebut.
“Karena itu, kami mohon masyarakat bersabar atas hal ini dan semaksimal mungkin memanfaatkan jalur alternatif yang ada,” katanya.
Dia melanjutkan, pemkab telah melakukan kerja sama dengan pihak pembangun Bendungan Tugu. Agar wilayah pembangunan bisa dilewati pengguna jalan.
Namun, yang perlu diwaspadai di lokasi itu adanya tiga titik rawan, yakni berupa belokan atau pun tanjakan. Itu karena di jalur wilayah proyek dibuka sejak pagi sekitar pukul 08.00 dan ditutup maksimal pukul 17.00. Selain itu, jika jalur utama telah dibuka dengan sistem buka-tutup, diimbau agar masyarakat lebih bersabar. Jika asal melintas saja sekaligus bersimpangan di tengah, dipastikan aktivitas kendaraan akan sulit untuk diurai.
“Medan jalur alternatif dikenal sulit dan tidak mudah untuk dilalui truk,” ungkapnya.
Sedangkan untuk jalur alternatif lain di luar lokasi itu yang masih bisa dilalui pengguna jalan, yakni melewati Kecamatan Bendungan, yang nantinya tembus Kecamatan Soko, Ponorogo, termasuk Jalur Lingkar Wilis. Jalur itu kondisinya cukup bagus dan kini telah dilalui bus Damri.
Selain itu, kini pemkab telah menyelesaikan pengerjaan jalur alternatif lain, melewati Desa Dermosari, Kecamatan Tugu. Nantinya jalur itu akan tembus Desa Tumpakpelem, Kecamatan Sawo, Ponorogo. Namun, sementara ini belum bisa dilalui kendaraan roda empat karena masih dilakukan pemasangan gorong-gorong.
“Semoga saja beberapa hari ke depan jalur alternatif itu bisa dilewati. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan upaya jangka pendek terkait pemanfaatan jalur alternatif itu,” jelas pria yang juga sebagai wagub Jatim terpilih 2019-2024 ini. (jaz/ed/tri)
Editor : Anggi Septian Andika Putra