TRENGGALEK - Fasilitas umum (fasum) berupa taman bunga di area perbatasan tampaknya kurang mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek. Pasalnya, beberapa taman terlihat tak terurus, dengan kondisi tanaman yang mengering. Seperti yang terlihat di taman perbatasan Trenggalek-Ponorogo.
Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek di lokasi, dari kejauhan terlihat taman tersebut tidak terurus. Selain ada bangunan replika candi yang kondisinya telah miring serta sampah dedaunan yang berserakan, juga banyak tanaman yang telah mengering bahkan mati.
Tak ayal, itu membuat pemandangan taman yang setiap hari dilalui pengguna jalan dari berbagai daerah yang keluar dan masuk Trenggalek menjadi tidak sedap. “Taman di area perbatasan ini sepertinya tak terurus. Sungguh amat disesalkan,” ungkap salah satu pengguna jalan M. Arif.
Senada juga diungkapkan pengguna jalan lainnya Dita Wulandari. Dia menambahkan, seharusnya Pemkab Trenggalek juga memperhatikan taman di area perbatasan, selain di wilayah perkotaan. Sebab, sebagian orang dari luar kota menilai penampilan suatu kota yang belum pernah dikunjungi pada pandangan pertama ketika sampai di kota tersebut adalah keindahan alamnya.
Dengan demikian, seharusnya Pemkab Trenggalek memperhatikan kondisi tanaman di area perbatasan agar memiliki kesan indah ketika ada orang yang berkunjung pertama kalinya.
“Jadi jika ada masyarakat dari daerah lain masuk ke Trenggalek memandang perbatasannya yang bagus dan indah, pasti beranggapan yang serupa pada kotanya dan ingin melihat. Begitu juga sebaliknya,” katanya.
Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Trenggalek Sunaryo mengakui jika taman di area perbatasan Trenggalek-Ponorogo terlihat kurang indah. Sebab, DPKPLH berencana ingin merevitalisasi taman tersebut agar terlihat lebih indah dan menambah kesan bagus bagi masyarakat yang berkunjung. Namun hal itu urung dilakukan mengingat replika candi yang ada di sampingnya dalam keadaan rusak dan belum diperbaiki.
“Jadi taman itu akan kami revitalisasi. Setelah replika candi yang saat ini keadaannya miring selesai diperbaiki,” ujarnya.
Jika revitalisasi taman dilakukan saat ini dan replika candi yang rusak belum diperbaiki, diprediksi taman akan rusak ketika ada proses perbaikan replika candi tersebut. Sehingga kini DPKPLH masih menunggu organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang akan memperbaikinya. Sedangkan terkait pemeliharaan taman, sama seperti taman di area kota. Dilakukan perawatan dan penyiraman setiap harinya.
“Setiap hari kami merawat, menyiram, dan membersihkan taman itu. Kendati belum direvitalisasi, taman itu tetap dirawat,” jelasnya.
Editor : Didin Cahya Firmansyah