TRENGGALEK - Hampir bisa dipastikan masyarakat yang tinggal di daerah tropis termasuk Trenggalek tentu sudah mengenal baik buah durian. Buah dengan nama ilmiah Durio zibethinus ini memiliki kulit berduri. Tapi di balik kulitnya yang berduri, rasa buahnya manis meski terkadang ada sedikit pahit.
Tapi untuk mendapatkan rasa manis pahit atau manis legit, gampang-gampang susah. Sebab, kita hanya bisa memegang kulitnya karena berduri dan keras. Sehingga tidak tahu apakah buah ini sudah matang atau belum.
Kendati demikian, ada berbagai cara terkait proses pemilihan durian yang baik sehingga ketika disantap, bikin ketagihan. Salah satunya dengan memperhatikan bentuk kulit durian, apakah dalam keadaan baik atau tidak. Yakni dibuktikan dengan tidak ada lubang berwarna cokelat kebiruan. "Terpenting, cara memilih durian, kulitnya harus utuh. Sebab jika ada lubang-lubang kecil, besar kemungkinan ada ulat di dalamnya," ungkap seorang pedagang durian asal Kecamatan Kampak, Mujari.
Selain itu, untuk rasa, pastinya durian yang matang di pohon akan lebih nikmat dan berbau harum dibandingkan yang matang setelah dipetik. Untuk itu, yang perlu diperhatikan adalah tangkai di pangkal buah. Apakah terlihat seperti dipotong dengan benda tajam, diputar, atau jatuh sendiri. "Jadi, bisa dilihat bentuk cincin tangkai buah tersebut. Jika terlihat dipotong seperti dibacok atau diputar, pastinya durian itu tidak matang di pohon," jelasnya.
Untuk rasa, penikmat durian bisa menilai dari bau luar durian tersebut. Karena itu, kulit durian harus dicium. Jika bauhnya beraroma harum, besar kemungkinan durian tersebut berasa nikmat juga. "Memang sangat sulit untuk memilih durian jika belum terbiasa. Namun cara tersebut sepertinya cocok untuk dilakukan. Jadi jangan asal memilih durian yang retak," jelasnya.
Editor : Didin Cahya Firmansyah