KOTA, Radar Trenggalek - Tahapan perencanaan pembangunan tahun 2021 sudah mulai dikerjakan Pemkab Trenggalek. Berlangsung di Pendapa Manggala Praja Nugraha, digelar forum konsultasi publik rancangan awal rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2021.
Rancangan ini dikonsultasikan kepada segenap elemen publik. Mulai dari internal eksekutif, bupati dan jajaran sampai pemerintah desa, juga legislatif dari DPRD Trenggalek, hingga perwakilan elemen masyarakat. Diawali dengan pemaparan dari Bupati Trenggalek H. Moch Nur Arifin. Ada lima poin paparan. Dimulai dari visi dan prioritas pembangunan nasional yang dikorelasikan dengan pembangunan di Trenggalek.
Bupati menjelaskan, Trenggalek diuntungkan dengan rencana pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan di kawasan timur. Di antaranya selingkar Wilis dan kawasan lintas selatan yang dampakmya peningkatan perekonomian Trenggalek. Kini akses tol sudah sampai Kertosono dan keberadaannya cukup membantu kita memangkas jarak tempuh ke Trenggalek. Yang dulunya lima hingga tujuh jam, kini tinggal tiga jam saja dari Surabaya. Bayangkan bila pintu tol ini bisa ditarik lagi sampai Tulungagung atau mendekati Prigi. Tentunya akan lebih singkat lagi," terang Bupati Moch. Nur Arifin.
Berikutnya, hasil evaluasi kinerja pembangunan. Satu hal yang ditekankan bupati adalah keinginannya mengajak masyarakat untuk memberikan penilaian organisasi pemerintah daerah (OPD) terbaik, sekaligus kinerja OPD terburuk.
Paparan selanjutnya pengambilan tema pembangunan tahun 2021, yaitu Pengembangan Ekonomi Rakyat Melalui SDM Kreatif dan Ekosistem Terjaga. "Saya sengaja tidak meninggalkan tema tahun 2020 ini karena salah satu upaya peningkatan ekonomi melalui pariwisata," tandas Bupati Moch. Nur Arifin.
Paparan berikutnya tentang tahapan penyusunan RKPD dan paparan pelaksanaan Seratus Festival (Satusfest) 2020. Usai pemaparan, berikutnya dibuka dialog dengan para peserta forum konsultasi publik. Beberapa pertanyaan dan masukan pun disampaikan para peserta. Baik tentang pembangunan infrastruktur, di tingkat desa, di bidang kepariwisataan, berkaitan dengan permasalahan sosial, sampai dengan menyangkut sumber daya manusia pada aspek kepribadian.
"Sebagai komitmen mewujudkan RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah ) di tahun terakhir masa kepemimpinan bupati. RPJMD-nya berbunyi, terwujudnya Kabupaten Trenggalek yang maju, adil, sejahtera, serta berkepribadian berlandaskan iman dan takwa, maka pembangunan di tahun 2021 juga harus fokus pada aspek kepribadian," ucap Suripto dari komunitas Bagimu Trenggalek.
Masukan lainnya untuk peningkatan sosialisasi dan marketing pariwisata profesional. "Agar dibuat paket wisata secara terstruktur dengan promosi bekerja sama dengan vendor penjual paket pariwisata online," ucap Dr Siti Nurul Hidayah, salah satu peserta dari elemen masyarakat selaku akademisi dan praktisi pendidikan . Dia juga meminta pemerintah agar dalam upaya penumbuhan wisausaha baru, diambil peserta pelatihan tanpa unsur KKN.
Editor : Didin Cahya Firmansyah