Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Tinggi, Apotek Enggan Pesan Masker

Didin Cahya Firmansyah • Sabtu, 7 Maret 2020 | 01:25 WIB
harga-tinggi-apotek-enggan-pesan-masker
harga-tinggi-apotek-enggan-pesan-masker

KOTA, Radar Trenggalek - Masyarakat di Bumi Menak Sopal dan sekitarnya tampaknya harus bisa menggunakan barang alternatif lain untuk masker. Dampak mewabahnya virus korona, membuat keberadaan benda yang digunakan untuk menutup mulut dan hidung tersebut sangat langka.


Hal ini seperti yang terjafi di mayoritas apotek atau toko yang biasa menjual masker di Trenggalek Rabu (4/3). Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, kelangkaan tersebut terjadi mulai sekitar satu bulan atau ketika wabah virus korona yang terjadi di daerah Wuhan, Tiongkok, santer terdengar. Sedikit demi sedikit keberadaannya mulai langka. "Jika pun ada, pasti harganya mahal. Makanya ketika langka, kami tidak berani menyetoknya lagi," ungkap salah satu pegawai apotek di daerah Jalan Soekarno-Hatta, Rischa Verdiana.


Dia melanjutkan, itu terlihat jika dulunya harga eceran masker setiap lembarnya hanya seribu rupiah. Kini jika ada, harganya mencapai lima kali lipat bahkan lebih, atau menyentuh harga Rp 5 ribu per buah. Belum lagi harga tiap boks, dengan isi 50 buah, yang dulu dijual seharga Rp 35 ribu, sekarang mencapai Rp 200 ribu lebih. Tentunya harganya juga berlipat jika membeli dalam satu karton, dengan isi 40 boks masker."Jika membeli satu karton, dulu harganya maksimal Rp 500 ribu. Namun sekarang untuk harga termurah mencapai Rp 2 juta lebih. Itu dengan asumsi setiap boks seharga Rp 200 ribu. Sebab, ada yang menjual dengan harga Rp 250 ribu, Rp 300 ribu, dan sebagainya," katanya.


Hal senada juga diungkapkan apoteker salah satu apotek di Jalan HOS Cokroaminoto, Evi Khoirunnisa. Dia menambahkan, dengan harga yang tinggi itu, dirinya menjadi takut untuk memesan stok masker. Sebab, kendati kini harganya tinggi dan banyak yang mencari, dirinya takut jika merugi karena ada kemungkinan harganya sewaktu-waktu bisa turun drastis. "Sebenarnya setiap hari rata-rata ada 20 orang datang untuk membeli masker. Bahkan, ada yang memesan 50 boks, tapi tidak saya layani. Sebab dengan kondisi seperti ini, apa pun bisa terjadi," imbuhnya.


Bukan hanya itu, selain masker, kini juga terjadi kelangkaan pada antiseptik dan hand sanitizer. Namun bedanya, dua produk kesehatan sebagai ganti cuci tangan tersebut terjadi kelangkaan sekitar dua hari lalu, setelah ada pengumuman dari Presiden Joko Widodo. Bahwa ada dua orang di Indonesia yang positif korona. "Jika ada, pasti harganya dua hingga tiga kali lipat dari sebelumnya. Sebab yang saya dengar masih ada apotek yang menjual hand sanitizer, tapi harganya mencapai Rp 95 ribu per botol dari sebelumnya Rp 40 ribu per botol," jelasnya. 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#trenggalek