KOTA, Radar Trenggalek - Para penyuka masakan berbumbu jahe tampaknya harus siap bersaing dengan pihak luar untuk membeli salah satu bumbu dapur dengan kualitas baik. Maklum, kini pembeli dari luar negeri mulai tertarik membeli bumbu dapur yang masuk kategori tanaman obat keluarga (toga) tersebut dengan harga tinggi. Otomatis tingginya permintaan menjadikan harga tanaman dengan nama lathin zingiber officinale juga mulai terdongkrak naik.
Hal ini terjadi karena jahe, khususnya jahe emprit atau jahe putih diyakini mampu sebagai penangkal virus korona. Untuk itu, pasar dari Amerika Serikat mulai menghubungi Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Trenggalek terkait kemungkinan untuk mengimpor tanaman itu. "Kami tidak tahu apakah kebetulan atau karena isu itu (tentang virus korona, Red), tapi yang pasti dengan minum aneka rempah-rempah membuat tubuh menjadi lebih baik, kesehatan kita menjadi lebih baik," ungkap Plt Kepala Dispertapan Agung Soejatmiko.
Dia melanjutkan, hal itu dibuktikan dengan beberapa waktu lalu pihaknya mendapat kunjungan pembeli dari Amerika Serikat yang menanyakan stok jahe di Trenggalek. Hal itu dilakukan karena adanya kemungkinan kerja sama sekaligus hasil produksi jahe dari petani Trenggalek untuk diekspor ke negara adidaya tersebut. "Hal itu telah kami komunikasikan ke yang bersangkutan. Semoga ada kata kesepakatan dalam waktu dekat ini," katanya.
Nantinya jika hal tersebut disetujui, jahe dari petani di Trenggalek akan melalui uji kelayakan sebelum diekspor. Hal itu perlu dilakukan mengingat jahe yang layak diekspor adalah jahe yang tidak memiliki kandungan kimia berbahaya, juga tidak memiliki parasit atau jamur. Untuk itu, diharapkan cara penanaman dan perabukan jahe asal petani Trenggalek ini tidak menggunakan obat-obatan kimia seperti pestisida, tapi hanya menggunakan pupuk organik.
Sebab jika berhasil dan sesuai standar, jahe asal petani Trenggalek juga akan diekspor ke negara lain, seperti Singapura dan negara-negara di Amerika Latin. "Semoga saja ini berhasil. Sebab, rencananya yang bersangkutan akan datang lagi ke sini pada Mei mendatang untuk kepastian apakah jahe di sini sesuai standar atau tidak," jelas Agung.
Editor : Didin Cahya Firmansyah