Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Buah Semangka Melejit di Tengah Covid-19

Didin Cahya Firmansyah • Minggu, 10 Mei 2020 | 00:50 WIB
buah-semangka-melejit-di-tengah-covid-19
buah-semangka-melejit-di-tengah-covid-19

KOTA, Radar Trenggalek - Pedagang buah semangka menyebut, daya beli konsumen buah berbentuk bulat yang dikenal menyegarkan itu justru melejit di tengah pademi virus Korona (Covid-19). Disinyalir, yang menjadi poros meningkatnya daya beli itu adalah konsumen musiman di bulan Ramadan.


Pedagang buah semangka di Desa Nglongsor, Kecamatan Tugu, Yosi Alfian mengaku menjual semangka sudah sejak 10 tahun lalu. Dalam kurun waktu itu, penjualan cenderung bagus tiap tahunnya. Tak terkecuali selama wabah Covid-19, penjualan termasuk stabil. “Saya rasa tidak ada dampak sih, stabil-stabil saja,” ungkapnya.


Menurut Yosi, beberapa indikator yang membuat harga semangka relatif stabil adalah kualitas buah, harga, dan daya beli masyarakat. Pertama, kualitas buah musim ini masih kategori baik, terutama semangka dari Banyuwangi. Kedua, harga buah stagnan di Rp 6 ribu per kilogram (kg). Ketiga, daya beli masyarakat juga relatif stabil.


Dengan kestabilan harga dan kondisi pasar yang bagus, kata Yosi, dirinya dapat meraup omzet hingga Rp 2-3 juta per harinya. “Tidak ada penurunan daya beli, lumayan stabil,” kata dia.


Sementara Yosi mengatakan, penyetokan terakhir sekitar 29 April lalu. Dia memperkirakan stok tersebut bisa mencukupi hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Apabila stok itu habis sebelum Hari Raya, maka pihaknya akan menambah stok buah. “Ditarget kalau sebelum Lebaran habis, akan menyetok lagi. Kualitasnya semangka ini baik,” ujarnya.


Disinggung terkait indikasi peningkatan daya beli dibanding hari-hari normal, Yosi menjawab, selama ini dia hanya sebagai pedagang musiman. Sehingga dirinya tidak menjual buah pada hari-hari biasa. “Kalau dibandingkan hari-hari biasa itu ada peningkatan,” ungkapnya. 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#trenggalek