Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sakit Lambung Menahun, Kakek Nekat Ngendat

Choirurrozaq • Jumat, 29 Mei 2020 | 16:10 WIB
sakit-lambung-menahun-kakek-nekat-ngendat
sakit-lambung-menahun-kakek-nekat-ngendat

TUGU, Radar Trenggalek - Diduga akibat sakit yang tak kunjung sembuh, Satiran, pria 77 tahun nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Salah satu warga Desa Tegaren, Kecamatan Tugu, itu ditemukan cucunya tergantung di pohon. 


 


Kapolsek Tugu Iptu Supadi membenarkan, ada peristiwa gantung diri di Dusun Tompe, Desa Tegaren, Kecamatan Tugu. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.30, kemarin (28/5). “Tadi pagi (kejadian gantung diri, Red),” ungkapnya. 


 


Dari informasi yang dihimpun, lanjut dia, semalam sebelum kejadian, Satiran sempat bersama keluarganya. Namun pada pagi harinya, cucunya yang kali pertama melihat korban menggantung di pohon jeruk dengan tinggi sekitar 1,5 meter. “Cucunya teriak-teriak sehingga keluarganya pada datang,” jelasnya.


 


Penemuan itu pun dilaporkan oleh Kasun Tompe dan dilaporkan sekitar pukul 06.45. Menurut Supadi, petugas pun mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki kasus tersebut. Dari pemeriksaan visum luar terhadap jenazah korban, tim medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Meski begitu, petugas menemukan luka jeratan atas jakun, lidah tidak menjulur, keluar cairan sperma pada alat kelamin, dan jenazah dalam keadaan kaku. Hasil pemeriksaan medis itu pun menduga kalau korban meninggal akibat gantung diri. “Korban dalam kondisi meninggal dunia sekitar lima jam sampai ditemukan,” sambungnya. 


 


Sedangkan hasil dari olah TKP, Supadi menduga, kalau korban nekat gantung diri karena punya riwayat sakit menahun yang tak kunjung sembuh. “Dugaan sementara korban bunuh diri karena sakit lambung bertahun-tahun,” ungkapnya. 


 


Selain itu, pihak keluarga korban yang diwakilkan Yahudi (anak korban, Red) telah menerima kematian korban sebagai takdir Sang Pencipta dan menolak untuk otopsi pada jenazah korban. “Hal itu diperkuat dengan video dan surat pernyataan bermaterai,” ungkap dia. (tra/ed/tri)


 

Editor : Choirurrozaq