MUNJUNGAN, Radar Trenggalek - Sekitar 300 pedagang Pasar Munjungan tampaknya harus bersabar untuk menempati bangunan baru. Pasalnya, anggaran Rp 2 miliar yang sedianya untuk kelanjutan pembangunan dome dan los tersisir dialihkan untuk penanganan pandemi korona.
Pada tahun anggaran sebelumnya telah diserap sebesar Rp 3,3 miliar yang digunakan untuk pembangunan dome saja. Selanjutnya perlu sarana dan prasarana (sarpras) penunjang bagi para pedagang untuk berjualan. "Pembangunannya tidak langsung jadi, kami rencanakan bertahap. Seperti sebelum membangun dome terlebih dahulu membangun ruko," ungkap Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek Misran.
Dia melanjutkan, sebenarnya tahun ini diskomidag telah menganggarkan sekitar Rp 2 miliar untuk kelanjutan pembangunan. Namun, anggaran tersebut tersisir untuk penanganan virus korona. Tak ayal, hal tersebut membuat diskomidag harus menganggarkan kembali pada 2021 mendatang. "Anggaran itu rencananya akan kami gunakan untuk membangun los dalam dome pasar agar bisa segera ditempati. Namun karena ada virus korona, hal itu harus ditunda," katanya.
Diharapkan pengajuan anggaran yang dilakukan diskomidag bisa disetujui. Itu pun dengan catatan anggaran cukup. Mengingat banyak dampak yang dirasakan akibat pandemi korona, termasuk anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Sedangkan terkait anggapan jika dome tersebut, telah ada kerusakan itu hal yang keliru. Sebab, bangunan masih dalam keadaan bagus. Jikapun ada air di dalam, merupakan air hujan yang tertampias dari samping dome tersebut. "Beberapa waktu lalu ketika hujan lebat kami tepat berkunjung di bangunan itu dan tidak ada masalah. Semoga saja anggaran yang kami ajukan disetujui dan tahun depan bisa segera ditempati," jelas pria berkumis ini. (*)
Editor : Choirurrozaq