Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Novita Hardini Kunjungi Klinik Mata EDC Cabang Trenggalek

Choirurrozaq • Sabtu, 13 Juni 2020 | 15:00 WIB
novita-hardini-kunjungi-klinik-mata-edc-cabang-trenggalek
novita-hardini-kunjungi-klinik-mata-edc-cabang-trenggalek

KOTA, Radar Trenggalek - Istri bupati Trenggalek, Novita Hardini terkesan ketika mengunjungi Klinik Mata EDC di Jalan Setyobudi, Nomor 28, Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek pada Rabu siang (10/6). Wanita yang juga menjabat sebagai ketua tim penggerak PKK Trenggalek itu tertarik dengan manfaat klinik swasta sebagai penambah fasilitas kesehatan (faskes) masyarakat, khususnya spesialis mata.


“Inisiatif saya sendiri datang ke klinik untuk memeriksakan kesehatan mata,” ungkap Novita Hardini saat ditemui di Klinik Mata EDC. 


Bunda, sapaan akrab Novita Hardini ini mengungkapkan, dia mewakili Pemkab Trenggalek memastikan keberadaan dari Klinik Mata EDC memberi kontribusi besar untuk kesehatan mata warga Trenggalek. Pasalnya, kata dia, selisih jumlah faskes mata dengan jumlah penduduk Trenggalek cukup banyak. Artinya, ketika banyak masyarakat yang periksa mata di RSUD dr Soedomo, perlu antre sedikit. “Biasanya pasien RSUD itu sangat banyak ya. Karena bukan hanya periksa keluhan mata, ada banyak keluhan lain,” ibu tiga putra ini. 


Bunda pun mengapresiasi keberadaan Klinik Mata EDC dapat memperbanyak kuota lebih banyak dari yang sebelumnya. Secara khusus, tak lain untuk menyediakan ruang bagi masyarakat untuk periksa mata. “Kami sangat berbahagia ada pihak swasta (Klinik Mata EDC, Red) yang membuka kuota lebih banyak lagi untuk menampung faskes, khususnya spesialis mata,” cetusnya. 


Selain itu, perempuan cantik ini juga tertarik untuk berkolaborasi dengan Klinik Mata EDC dalam men-screening data masyarakat mulai tingkat PKK hingga desa. Diharapkan, data-data tersebut akan berguna dalam membantu masyarakat untuk mendapatkan faskes operasi katarak. “Sehingga orang yang terpilih itu bisa dioperasi katarak secara gratis,” ungkapnya. 


Bunda mengakui kesan utama saat periksa di Klinik Mata EDC adalah aman dari Covid-19. Pasalnya, klinik itu telah menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya mencuci tangan sebelum masuk ke klinik, mengecek suhu tubuh dengan thermal gun, dan tempat duduk tertib physical distancing. Para petugas klinik itu pun mengenakan alat pelindung diri (APD), yakni face shield, masker, dan sarung tangan medis.


“Paling suka ketika pasien dapat fasilitas rapid test gratis sebelum dilakukan operasi bagi pasien penerima bantuan  operasi  katarak gratis. Sebagai penambah keyakinan kita bahwa kita reaktif atau nonreaktif. Hasil rapid test itu bukanlah momok yang perlu dijauhi, melainkan kita harus aware,” ujarnya.  


Direktur Utama (Dirut) Klinik Mata EDC Group, dr Erry Dewanto, SpM sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu lahirnya Klinik Mata EDC di Kabupaten Trenggalek. “Saya berterima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu lahirnya Klinik Mata EDC  cabang ke-8 ini di Trenggalek,” ungkapnya. 


 


Direktur Keuangan Klinik Mata EDC Group, Dian Anggraini Wikamorys, SKM menyebut, klinik mata ini sudah tersebar di 8 kota di  Jatim. Seperti di Mojoagung, Jombang; sepanjang, Sidoarjo; Mojosari, Mojokerto; Warujayeng, Nganjuk; Bangil, Pasuruan; Bangkalan, Madura; Tulungagung; dan Trenggalek. “Alhamdulillah, di tahun 2020 ini Klinik Mata EDC sudah dibuka di Trenggalek,” ujarnya. 


Menurut dia, Klinik Mata EDC Group ini sudah berkiprah sejak 2013. Komitmen awal, sambung dia, tak lain adalah dapat memberikan layanan  terbaik  kepada masyarakat di bidang kesehatan mata.  “Kami juga aktif gelar bakti sosial (baksos)  pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis untuk masyarakat di semua cabang klinik mata EDC Group," ungkapnya. 


Melihat keunggulan dari Klinik Mata EDC, lanjut dia, klinik ini sudah menggunakan metode phacoemulsifikasi (metode laser, Red) dalam operasi katarak. Menurut dia, kelebihan  metode  itu memberikan sayatan kecil, yakni bekas sayatan hanya 2-3 mm. Kedua, proses penyembuhan  lebih cepat. Ketiga, usai operasi tidak perlu ditutup menggunakan perban (kasa steril). 


Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Trenggalek dr Mokhammad Rofiq Hindiono, MMRS menyambut positif keberadaan Klinik Mata EDC Group. “Katarak dapat dicegah agar tak mengalami kebutaan. Asal tidak terlambat mendapat perawatan medis,” cetusnya. (*)

Editor : Choirurrozaq
#trenggalek