Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pasar Hewan Dongko Tak Ditutup

Choirurrozaq • Senin, 15 Juni 2020 | 16:00 WIB
pasar-hewan-dongko-tak-ditutup
pasar-hewan-dongko-tak-ditutup

DONGKO, Radar Trenggalek - Keberadaan dua pedagang Pasar Hewan Dongko yang reaktif rapid test, tak serta merta membuat Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek menutup pasar tersebut. Bahkan, pembatasan jam operasional juga tidak diberlakukan. Alasannya, penutupan akan memengaruhi roda perekonomian.


“Kalau penutupan sementara belum. Tapi nanti akan kami bahas lebih lanjut dengan OPD terkait,” kata Kepala Diskomidag Trenggalek Agoes Setiyono, kemarin (14/5). 


 Meski belum mengambil kebijakan untuk menutup sementara atau membatasi jam operasional, kata dia, pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan kepada warga pasar. Yakni, dengan menyemprotkan disinfektan secara berkala, penertiban pemakaian masker para pedagang dan pengunjung, dan menyediakan tempat cuci tangan. “Kami imbau untuk jaga jarak juga,” kata dia. 


 Di samping itu, lanjut Agoes, letak pasar juga turut berpengaruh sehingga belum bisa ambil kebijakan penutupan sementara atau pembatasan jam operasional.  Salah satunya letak pasar yang tidak menyatu dengan pasar umum atau berada di seberang jalan. Pasar hewan ini juga buka tiap sepekan sekali. “Hanya buka waktu pasarannya aja. Jadi ada keuntungannya agar pedagang tidak terlalu sering bertemu dengan pembeli,” ungkapnya. 


Dia tak memungkiri, di Pasar Hewan Dongko berpotensi terjadi penularan virus korona jika melihat perjalanan 15 pasien Covid-19 Trenggalek. Sebab dalam riwayatnya, pasien itu sempat beli kambing di pasar tersebut. Untuk itu, sambung Agoes, pihaknya akan memberi imbauan kepada warga pasar yang kurang disiplin untuk memakai masker. Imbauan itu akan diberikan ketika waktu pasar kembali buka atau sekitar lima hari ke depan. “Kalau pedagang mayoritas sudah pakai. Kadang yang belum itu adalah pembeli,” ujarnya. 


 Kepala Puskesmas Dongko dr Singgih Wahyudi Priyo Utomo mengatakan, pihaknya dapat dapat perintah dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Trenggalek untuk me-rapid test pedagang di Pasar Hewan Dongko, Sabtu lalu (13/6). Menurut dia, rapid test itu menggunakan random sampling kepada para pedagang. “Ada 43 pedagang sebagai sampel rapid test,” ungkapnya. 


 Jubir Satgas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Trenggalek, dr Murti Rukiyandari mengungkapkan, hasil dari 43 pedagang yang jalani rapid test di Pasar Hewan Dongko, ada pedagang yang menunjukkan hasil reaktif. “Dari 43 yang di-rapid test, dua pedagang menunjukkan hasil reaktif. Kini mereka jalani isolasi di rumah dan menunggu jadwal swab test,” tegasnya.


 Kepala Puskesmas Pandean dr Poppy Hidayat membenarkan dua pedagang yang reaktif ketika jalani rapid test di Pasar Hewan Dongko berada di wilayah Puskesmas Pandean. Menurut dia, kedua pedagang itu berjenis kelamin laki-laki. “Kami tracing sesuai dengan prosedur penanganan Covid-19. Semisal tracing terkait riwayat, apakah pernah perjalanan ke luar daerah dan sebagainya,” ungkapnya. (*)

Editor : Choirurrozaq