TUGU, Radar Trenggalek- Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas bergerak cepat untuk permasalahan pembebasan lahan di Desa Nglinggis Kecamatan Tugu. Agar persoalan pembebasan lahan ini tidak berlarut – larut dan proses pembangunan Bendungan Tugu segera berlanjut.
Gerak cepat ini perlu segera dilakukan mengingat pada tahun ini masih ada 81 bidang lahan yang belum terbebaskan. Dari jumlah tersebut ada 57 bidang lahan sudah diumumkan dan siap untuk dilakukan proses pembayaran ganti untung. Sedangkan 24 bidang, terkendala dengan kelengkapan administrasinya, karena sebagian pemilik bidang lahan tersebut tidak mau dilakukan pembebasan lahan.
"Dari situ dalam minggu ini kami telah bekoordinasi dengan pemerintah desa (pemdes) setempat agar melakukan pendekatan persuasif kepada pemilik lahan, agar secara sukarela mau dilakukan pembebasan lahan," ungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Bendungan BBWS Brantas Deny Bayu Prawesto.
Dia melanjutkan, itu dilakukan karena BBWS mengambil langkah persuasip sebelum memutuskan untuk dilakukan revisi penetapan lokasi. Sehingga selain itu juga melakukan koordinasi dengan pihak Pengadilan Agama (PA) agar mempercepat proses persidangan pembagian hak waris tanah bagi pemiliknya sudah meningga.
Koordinasi juga dilakukan dengan Pengadilan Negeri (PN) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk permasalahan tanah sejak berpuluh tahun lalu belum ada keputusannya. Ini dilakukan untuk mengecek kebenaran terkait hal tersebut. "Untuk daftarnya bidang tanahnya terlebih dahulu kami akan bekoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN)," katanya.
Sehingga hasil daribkoordinasi tersebut akan menentukan langkah BBWS selanjutnya apakah perlu melakukan revisi penlok atau tidak. Sebab seluruh permasalahan perlu diambil jalan tengahnya dan tidak serta merta mengajukan revisi penlok. "Semoga saja upaya yang kami lakukan berjalan dengan baik agar tidak perlu melakukan revisi penlok," jelasnya.
Hal senada diungkapkan oleh PPK Bendungan I BBWS Brantas Yudha Tantra Ahmadi. Dia menambahkan, berdasarkan pengamatan yang dilakukan 24 bidang tanah yang belum diumumkan letaknya diluar konstruksi, sehingga tidak mempengaruhi proses pembangunan yang saat ini dilakukan. Sedangkan terkait pembangunan Bendungan Tugu tahap II, sejauh ini tidak ada masalah. Sebab kendati terdampak covid-19 namun hal tersebut bisa ditanggulangi dengan menerapkan protokoler kesehatan selama proses pembangunan. Sehingga prosesnya mencapai sekitar 60 persen.
Dari situ BBWS optimis jika pembangunannya bisa sesuai target yaitu akhir tahun depan (2021, red). "Semoga saja prosesnya tidak ada hambatan, sebab jika telah selesai pasti dampak positifnya bisa dirasakan masyarakat Trenggalek, seperti bisa untuk tempat wisata, pengairan, pembangkit listrik dan sebagainya," jelas Yudha. (Jaz/tin)
Editor : Choirurrozaq