KOTA, Radar Trenggalek - Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek belum memprioritaskan revitalisasi untuk Pasar Burung di Kelurahan Surodakan, Kecamatan Trenggalek. Namun ke depan, semua pasar daerah bakal direvitalisasi.
Kepala Diskomidag Trenggalek Agoes Setiyono mengaku, imbas dari penyisiran anggaran yang dikonsentrasikan untuk menangani Covid-19 masih terasa. Menurut dia, dampak penyisiran anggaran itu membuat sejumlah program-program di instansinya terganggu. “Banyak yang dikonsentrasikan untuk menangani Covid-19,” ungkapnya.
Melihat dari master plan-nya, Agoes mengaku ada 23 pasar daerah yang bakal direvitalisasi, salah satunya Pasar Burung.
Namun, untuk merevitalisasi pasar itu membutuhkan perencanaan anggaran. “Nantinya secara bertahap dan berjenjang,” kata dia.
Disinggung terkait kelayakan Pasar Burung, kata dia, ketika melihat secara mikro Pasar Burung masih bisa digunakan untuk para pedagang berjualan. Namun untuk secara makro (revitalisasi pasar) masih akan dipertimbangkan. “Khususnya untuk perbaikan-perbaikan ringan itu sudah kita agendakan,” tegasnya. (*)
Editor : Dharaka Russiandi Perdana