WATULIMO, Radar Trenggalek - Pantai Damas menyimpan pesona wisata hayati. Namun, pantai yang berada di Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, itu belum dibarengi dengan pengelolaan kawasan wisata yang memadai. Khususnya tak didukung pengolahan sampah. Alhasil, pengunjung pun cukup merasa terganggu.
Salah satu wisatawan bernama Aby Karuniawan mengaku, kesan pertama saat mengunjungi Pantai Damas kali pertama adalah suka. Menurut dia, beberapa hal yang menarik di pantai tersebut, yaitu panjang pantai yang membentang sejauh 5 kilometer (km), ombak yang tidak terlalu tinggi dan pepohonan yang rindang. “Pantainya cukup luas,” ujarnya.
Aby mengaku, saat mengunjungi Pantai Damas pada Sabtu (15/8), cuaca sedang cerah, awan gelap tak menyelimuti langit. Embusan angin cukup kuat saat berada di sekitar pantai. Kondisi tersebut mendukung pengunjung yang ingin berwisata di pantai. “Asyik untuk berwisata, sambil menikmati suasana,” ungkapnya.
Pantai Damas tidak seramai seperti pantai-pantai lainnya. Menurut dia, pantai itu belum dikelola maksimal sehingga jumlah pengunjungnya pun tidak seramai pantai-pantai yang sudah dikelola Pemkab Trenggalek. “Kalau pengunjungnya tergolong sepi, nggak sampai 50 orang,” ujarnya..
Pengelolaan yang belum maksimal, kata dia, membuat keberadaan sampah belum dikelola dengan baik. Di beberapa titik di bibir pantai masih ditemui sampah jenis plastik. Begitupun tempat para pengunjung berkumpul. “Cukup banyak sampah yang bisa mengganggu pemandangan atau bahkan bisa menimbulkan penyakit,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek Sunyoto membenarkan, Pantai Damas belum dikelola oleh Pemkab Trenggalek. Kendati demikian, mereka masih dalam proses membahas perjanjian kerja sama (PKS). “Kini proses pengajuan PKS dengan pihak Perhutani,” ungkapnya. (*)
Editor : Dharaka Russiandi Perdana