GANDUSARI, Radar Trenggalek - Para pedagang di Pasar Jongke, Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari, harus bersabar. Pasalnya proses pembangunan pasar tersebut yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN) belum memasuki tahapan lelang.
Sebab, kini berkas yang diajukan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek, masih dalam proses verifikasi oleh pemerintah pusat. Nanti setelah proses verifikasi selesai dilakukan, akan muncul besaran pagu yang selanjutnya dilakukan proses lelang. "Kini kami masih menunggu proses verifikasi itu. Sedangkan untuk berkas yang disetorkan telah komplet, termasuk detail engineering design (DED)," ungkap Kepala Diskomidag Trenggalek Agoes Setiyono.
Dia melanjutkan, kini diskomidag belum bisa menyebutkan angka pasti berapa besaran pagu pembangunan pasar tersebut. Namun berdasarkan perkiraan, melihat dari DED dengan mengusung tema pasar tradisional modern, seperti yang dilakukan pada Pasar Karangan dan Gandusari, berada di kisaran Rp 3,8 miliar. "Jadi sambil menunggu proses itu, kami telah berproses untuk menyiapkan lokasi agar siap bangun, termasuk pembangunan tempat relokasi pedagang," katanya.
Ke depan jika pemenang lelang telah ditentukan dan surat perintah kerja (SPK) sudah keluar, rekanan bisa langsung meneruskan pembangunan. Sedangkan untuk proses pembangunan, dilakukan secara bertahap. Dimulai dari lapak pedagang bagian dalam. Selanjutnya, jika proses tersebut telah selesai, proses pembangunan diteruskan pada bagian kios luar.
Dengan demikian, ketika proses pembangunan lapak yang ada di dalam, pedagang di kios bisa tetap melakukan aktivitasnya. "Semoga saja pada bulan ini lelang bisa dilakukan hingga secepatnya bisa ditentukan pemenang lelangnya. Dari situ, proses pembangunan dapat dilakukan dan sekitar 90 pedagang yang ada secepatnya menempati bangunan pasar yang baru," jelas Agoes. (*)
Editor : Dharaka Russiandi Perdana