Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sulap Bukit menjadi Wisata Goa Biru

Choirurrozaq • Rabu, 16 September 2020 | 20:10 WIB
sulap-bukit-menjadi-wisata-goa-biru
sulap-bukit-menjadi-wisata-goa-biru

BENDUNGAN, Radar Trenggalek - Masyarakat Desa Sengon, Kecamatan Bendungan, menyulap bukit setinggi 30 meter menjadi destinasi wisata desa hanya dalam seminggu. Destinasi wisata itu bertujuan untuk meningkatkan roda perekonomian desa setempat. 


Kepala Desa Sengon, Kecamatan Bendungan Dwi Yulianto menjelaskan, cikal bakal penamaan wisata Goa Biru diambil dari warna langit yang terlihat biru merona saat pagi dan sore. Dalam bukit tersebut juga ada goa dengan kedalaman hingga 30 meter. “Goa itu dulunya pernah dibuat bertapa para sufi,” cetus Kades. 


Dwi, demikian dia disapa  mengaku, pengembangan Goa Biru dari inisiatif para warga desa. Sehingga, secara swadaya mereka mempertahankan kealamian hutan dengan cara mengelolanya. “Kami tinggal bersihkan dan memolesnya agar bisa menjadi destinasi wisata,” ucapnya.


Dijelaskan Dwi, wisata Goa Biru di Desa Sengon memiliki area seluas 2 hektar. Namun, belum sepenuhnya area tersebut dikembangkan menjadi kawasan wisata. Dia berencana, akan menyuntikkan sejumlah dana desa (DD) untuk mengembangkan wisata Goa Biru pada 2022. “Sambil menunggu surat perjanjian kerjasama (PKS) dengan perhutani dan imbas refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19. Rencananya pada 2022, pemdes akan menggelontorkan anggaran DD untuk mengembangkan water park,” jelasnya. 


Dia pun berharap, adanya wisata desa menjadi solusi untuk memulihkan perekonomian warga akibat pandemi Covid-19, yakni dengan cara menjual produk-produk, makanan, maupun minuman di area wisata. “Mayoritas pelaku UMKM yang berjualan disini adalah warga Desa Sengon atau 90 persen,” ujarnya. 


Di sisi lain, pria ramah itu berkata, pengelolaan wisata Goa Biru bisa menjadi modal untuk menambah pendapatan asli desa (PADes). Menurutnya, PADes yang tinggi bergantung dengan kemandirian masyarakat desa. “Dulu PAD sekitar Rp 2,5 juta, kini merangkat naik hampir Rp 15 juta per tahun,” tegasnya. 


Sementara Ketua Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Trenggalek Novita Hardini mengatakan, wisata itu sebagai salah satu cara untuk meningkatkan PADes dengan mudah dan cepat. “Wisata masuk dalam salah satu mekanisme pasar, sementara mekanisme pasar yang bagus akan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya. (*)

Editor : Choirurrozaq