KOTA – Radar Trenggalek – Sebelum santer terdengar maju mendampingi Mochamad Nur Arifin sebagai calon wakil bupati pada Pilkada Trenggalek tahun 2020 ini, masyarakat mengenal Syah Muhamad Nata Negara sebagai salah satu anggota DPRD Trenggalek. Berkat dukungan kuat dari keluarga besarnya, Syah semakin mantap melangkah, menuju kursi wakil bupati, sebagai jalan pengabdiannya untuk rakyat Trenggalek.
Keluarga besar Syah tak lain pendiri Ponpes At Taqwa Kelurahan Kedunglurah KH Abdullah Umar. Dirunut dari silsilah keluarga, Syah merupakan keturunan kelima KH. Abdullah Umar. Lebih lengkap tentang silsilah ini, disampaikan dua orang cucu alm Abdullah Umar KH Mohamad Cholifah Sholeh pimpinan Ponpes At Taqwa Kedunglurah Kecamatan Pogalan, serta KH. Mohamad Zabidi pimpinan Ponpes Darul Huda Melis Kecamatan Gandusari.
Keduanya bergantian dan saling melengkapi menjelaskan garis keturunan di keluarga besar Syah. Dimulai dari KH Abdullah Umar yang memiliki delapan anak, dan anak pertama bernama Munijah. Nyai Hj Munijah diperistri oleh KH Abdurrochman dari Nglempung, Desa Sukoharjo, Kecamatan Bandung, Tulungagung.
Dari pernikahan antara K.H Abdurrochman dan Nyai Munijah, lahirlah seorang putri yang bernama Siti Rofiah yang kemudian menikah dengan KH Syamsudin Bin KH Dimyathi dari Campurdarat, Tulungagung. “Dari pernikahan Hj Siti Rofiah dan KH Syamsudin lahirlah seorang putra yang bernama H Subki Risya, tak lain ayah Syah,” ucap Mohamad Cholifah.
Syah merupakan sulung tiga bersaudara pernikahan H Subki Risya dan Hj. Lailatun Nisfah. “Jadi jelas Syah keturunan kelima KH Abdullah Umar. Meskipun sempat tinggal berpindah – pindah dari satu kota ke kota lain karena pekerjaan orang tua, dan terakhir menetap di Ponorogo, namun sejatinya leluhur Syah dari Trenggalek. Dan syukurlah sekarang dia menikah dan menetap di Trenggalek, dekat dengan keluarga besarnya di sini,” ujar Mohamad Zabidi.
Syah menikahi Fatihatur Rohmah dan kini tinggal di RT 34 RW 13 Desa Kedunglurah Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek. Jenjang pendidikan pria kelahiran Tulungagung pada 18 Maret 1989 ini diawali dari sekolah di SD Ma'arif NU Ponorogo, MTSN Ponorogo, SMPN 1 Tulungagung, MA Darunnajah Ulujami Jakarta. Usai menamatkan jenjang SMA, ia kemudian masuk di Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada Yogyakarta tahun 2008.
Pada tahun 2008, Syah juga pernah tercatat sebagai mahasiswa di Fakultas Hukum Islam di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Kemudian pada tahun 2010, ia melanjutkan kuliahnya di Fakultas Hukum IAIN Ponorogo hingga diwisuda tahun 2017. Ketika menjalani kuliah di IAIN Ponorogo, ia pernah tercatat sebagai Ketua PMII Rayon Syariah IAIN Ponorogo pada tahun 2013-2014. Kemudian pada tahun 2014-2015, ia pernah tercatat sebagai Ketua PMII Komisariat IAIN Ponorogo. Selanjutnya pada tahun 2015 - 2016 ia juga tercatat sebagai Ketua PMII Cabang Ponorogo.
Tak heran ketertarikan di dunia politik sudah dimulainya selagi muda. Ditambah lagi sang ayah H Subki Risya atau biasa dipanggil Pak Ukik ini pernah menjabat sebagai anggota DPR-RI dari Fraksi PKB periode 2004-2009 dari Dapil 7. Sementara Hj Lailatun Nisfah sang ibu merupakan aktivis Muslimat NU Ponorogo.(*)
Editor : Choirurrozaq