Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Warna-warni Layangan, Hiasi Langit Parakan

Anggi Septian Andika Putra • Senin, 28 September 2020 | 19:08 WIB
warna-warni-layangan-hiasi-langit-parakan
warna-warni-layangan-hiasi-langit-parakan


KOTA, Radar Trenggalek - Hiburan yang murah dan dekat tampaknya masih diidam-idamkan oleh masyarakat Kota Keripik Tempe. Khususnya di tengah melemahnya perekonomian karena pandemi korona saat ini. Itu dibuktikan pada lomba layang-layang yang diadakan di area persawahan Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek kemarin (27/9).


Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Trenggalek di lokasi, ratusan masyarakat dari penjuru wilayah Trenggalek mulai berkerumun di area tersebut sebelum lomba layang-layang dimulai sekitar pukul 14.30. Bahkan, masyarakat yang datang agak belakangan, harus rela memarkirkan kendaraan agak jauh dari lokasi pelaksanaan karena jalan di sekitar sudah digunakan parkir kendaraan penonton sebelumnya.


Kendati terik sinar matahari menyengat kulit, para penonton tetap semangat dalam memberikan tepuk tangan kepada peserta yang berhasil menerbangkan layang-layangnya. "Lomba layang-layang ini merupakan agenda tahunan yang saya tunggu ketika musim kemarau. Makanya kendati berpanas-panasan saya tidak ragu untuk menyasikannya," ungkap salah satu penonton, Nurul Qomariah.


Senada juga diungkapkan Nadia Natasari, penonton lainnya. Dalam menonton lomba tersebut tak lupa dirinya mematuhi protokoler kesehatan, seperti selalu memakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan hingga membawa hand sanitizer. Sedangkan hal yang paling berkesan pada lomba tersebut adalah kreativitas peserta dalam membuat layang-layang. Seperti ular naga, ikan hias, pesawat terbang, dan masih banyak lagi. Sehingga butuh kejelian khusus dalam membuatnya, sebab jika asal-asalan, pastinya layang-layang tidak bisa diterbangkan. "Makanya hal itu yang unik, jadi dengan bentuk yang indah pastinya akan lebih menarik lagi jika berhasil terbang di langit," tuturnya.


Sementara itu ketua panitia pelaksanaan lomba layang-layang Joko Irianto mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai wadah kreasi masyarakat dalam membuat layang-layang. Sebab dalam lomba tersebut selain bentuk layang-layang yang dinilai, juga kemampuan terbang dan keseimbangan dari beberapa aspek. Sehingga hal tersebut butuh kejelian khusus dalam membuatnya. "Jadi bukan asal bagus saja, melainkan namanya layang-layang harus bisa terbang dan kami memberi tiga kali kesempatan untuk menerbangkannya," katanya.


Sehingga dengan adanya lomba tersebut membuat para pecinta layang-layang sangat antusias untuk mengikutinya. Buktinya dari dua kategori yang dilimbakan yaitu layang-layang kreasi, dan layang-layang gapangan kreasi tercatat ada 130 peserta. Jumlah tersebut tersebar dari seluruh penjuru Trenggalek. "Pastinya bagi yang terbaik kami menyiapkan hadiah yang menarik bagi para pemenang," jelasnya.


Editor : Anggi Septian Andika Putra