SURUH, Radar Trenggalek - Sebagian warga Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh mulai terdampak kekeringan. Volume mata air yang sering digunakan warga kian menipis. Bahkan warga rela menunggu hingga dua jam untuk memenuhi tandon.
Warga RT 43 Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh Musiam mengatakan, krisis air mulai terjadi sejak dua bulan terakhir, sumur-sumur warga yang ada di masing-masing rumah mulai kering dan tidak lagi mengeluarkan air. "Di rumah sudah ada tandon air, tapi tidak ada isinya," jelasnya.
Dia mengaku, sebetulnya distribusi bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Trenggalek sudah diterima. Namun, kata dia, bantuan itu belum mencukupi kebutuhan air untuk sehari-hari. "Hanya bisa buat minum dan masak," kata dia.
Jarak sumber air ke permukiman warga sekitar 500 meter. Musiam mengaku, ada tujuh sumur yang biasanya dimanfaatkan warga. "Dua sumur ini air sumbernya sudah kecil, selain kadang kita harus mengantre juga harus menunggu air dalam sumur agar bisa ditimba kembali," sambungnya.
Di sisi lain, untuk mengisi satu jeriken penuh, kata dia, warga rela menunggu satu jam. Adapun usaha warga setempat dengan membuat sumur baru, namun hasilnya sia-sia karena tetap tidak ada airnya.
Hal senada diungkapkan Prayit. Dia mengakui jika dalam dua sumur tersebut tidak airnya sudah menipis atau antrian warga terlalu banyak, pihaknya memilih mencari air bersih di sungai yang jaraknya dua kilometer dari rumahnya. "Untuk mengisi satu gentong, saya sudah hampir dua jam menimba air disini sambil menunggu air bisa ditimba kembali, soalnya sumber airnya kecil." ungkap Prayit.
Dia berharap kepada pemerintah untuk lebih sering mengirimkan air bersih. Pasalnya, air bersih tersebut hanya cukup untuk warga yang rumahnya dekat dengan jalan. "Setiap ada pengiriman air bersih dari BPBD yang dapat hanya sebagian warga yang rumahnya dekat jalan dan yang mempunyai tandon air, yang rumahnya jauh seperti saya tidak kebagian dan harus cari sendiri buat kebutuhan sehari," tutupnya.
Sementara itu, Kades Mlinjon Sendok Kuncoro membenarkan, kekeringan mulai melanda di beberapa RT di Desa Mlinjon. Menurut dia, ada sekitar 35 KK sementara ini terdampak kekeringan. "Distribusi air bersih juga mulai dikirim untuk mencukupi kebutuhan air warga," ungkapnya. (*)
Editor : Choirurrozaq