KOTA, Radar Trenggalek – Warga Trenggalek kehilangan salah satu sosok pemimpin yang dicintai masyarakat. H Soedarso mantan Bupati Trenggalek selama dua periode yakni di tahun 1975 - 1980 dan 1980 - 1985 ini meninggal dunia di usia 93 tahun Senin dini hari kemarin.
Senior partai Golkar ini tutup usia di kedidamannya di Desa Karangsoko Kecamatan Trenggalek dan dimakamkan di taman Taman Makam Pahlawan (TMP) Trenggalek juga di Desa Karangsoko, yang tak jauh dari rumahnya. Soedarso dimakamkan sekitar puykul 09.30 melalui upacara militer, sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan yang gugur.
Pratomo Hadi salah satu putra Soedarso menjelaskan di hari tuanya, ayahnya mempunyai keluhan gejala stroke dan asam urat. Sedangkan untuk jantung, ginjal dan gula semuanya bagus. "Pernah dirawat dua kali di rumah sakit. Empat hari dirawat, keluar lagi, kambuh lagi, dirawat, dan keluar. Sejak itu sudah tidak lagi dirawat di RS, karena situasi Covid-19," jelasnya.
Dikatakan Pratomo Hadi, yang paling berkesan mengenai ayahnya adalah sifat disiplin. Menurut dia, didikan disiplin bukan diterapkan secara otoriter, melainkan sering memberikan nasehat. "Karena Bapak itu pensiunan tentara, sifatnya disiplin. Tapi, kedisiplinan itu diterapkan tidak dengan marah - marah, dia seorang penyabar," ungkap pria yang kerap disapa Tomy itu.
Selain itu, kata Tomy, integritas dan semangat ayahnya di bidang politik juga berkesan. Sebab, sampai di usia lanjut, ayahnya masih aktif dalam organisasi. "Meski kepala 90, ingatan masalah politik masih tajam. Cuma fisiknya yang tidak kuat," kata dia.
Sebelum Soedarso meninggal, lanjut dia, ayahnya tidak meninggalkan pesan secara personal ke anaknya, cuma pernah berpesan ke ibunya Koespartinah, untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Trenggalek. Soedarso yang berasal dari Surabaya dan punya tempat tinggal di Surabaya ini memilih menghabiskan hari tuanya dan dimakamkan di Trenggalek. (*)
Editor : Choirurrozaq